PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi hingga 1,8 gigawatt pada 2034. Perusahaan menargetkan capaian antara sebesar 1 gigawatt pada 2028 sebelum akhirnya melonjak ke angka tersebut.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjadi pemimpin di sektor panas bumi, baik di tingkat nasional maupun global. "Untuk menjadi pemimpin pertama di Indonesia dengan 1 gigawatt installed capacity pada 2028 dan menjadi nomor satu di dunia dengan kapasitas installed 1,8 GW pada tahun 2034," ujarnya dalam ajang Indonesian Geothermal Convention and Exhibition 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Untuk mewujudkan target tersebut, PGE membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah, terutama dalam hal perbaikan dan penyempurnaan regulasi yang mengatur sektor pengembangan panas bumi. Ahmad menekankan bahwa kebijakan yang mendukung sangat krusial karena proyek energi panas bumi memiliki siklus investasi panjang, mulai dari tahap eksplorasi yang berisiko tinggi hingga konstruksi pembangkit.
"Untuk menjadi nomor satu di dunia, kami membutuhkan dukungan dari pemerintahan dalam memperbaiki regulasi," tambahnya.
Langkah ekspansi PGE ini sejalan dengan ruang strategis yang diberikan pemerintah. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, alokasi untuk pengembangan energi panas bumi nasional mencapai sekitar 5,2 gigawatt.
Artikel Terkait
PGEO Perkuat Kedaulatan Energi Nasional dengan Optimalkan Potensi Panas Bumi
Laba Bersih Pertamina Geothermal Naik 15,48 Persen di Semester I 2026
PGE Raih Fasilitas Pinjaman USD75 Juta dari Bank Mizuho untuk Proyek Panas Bumi
Kemenag Bone Gelar Kemah Moderasi Beragama Pertama di Tingkat Kecamatan