Wall Street Dibuka Melemah, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah dan Prospek AI

- Senin, 17 Agustus 2026 | 22:16 WIB
Wall Street Dibuka Melemah, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah dan Prospek AI

Bursa saham Amerika Serikat dibuka melemah pada Senin (17/8/2026) waktu setempat, dengan indeks S&P 500 yang cenderung datar di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Sementara itu, proyeksi pendapatan yang kuat dari laboratorium AI, Anthropic, mendorong kenaikan sejumlah saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 164,46 poin (0,31 persen) ke 53.567,95, S&P 500 melemah 10,71 poin (0,14 persen) ke 7.775,01, dan Nasdaq Composite terkoreksi tipis 2,43 poin (0,01 persen) ke 26.726,73.

Pejabat senior Iran menyatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan sekitarnya jika diplomasi dengan AS gagal. Pernyataan ini mengisyaratkan pergeseran kebijakan Iran yang lebih mengutamakan serangan daripada pertahanan. Akibatnya, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sekitar 0,4 persen, dan indeks energi S&P 500 menguat 0,2 persen.

"(Para investor) meyakinkan diri mereka sendiri bahwa perang pasti akan berakhir. Menurut saya, tidak ada yang memperhitungkan kemungkinan situasi ini masih bisa berlanjut hingga menjelang akhir musim panas," ujar Analis Pasar Senior Trade Nation, David Morrison.

Di sisi lain, laporan Reuters pada Jumat pekan lalu menyebutkan bahwa Anthropic, yang sedang bersiap IPO, memproyeksikan pendapatan pada 2028 berkisar antara USD190 miliar hingga USD200 miliar. Kabar ini mendorong saham produsen chip memimpin kenaikan; Micron Technology dan Sandisk masing-masing naik 4,5 persen dan 6,7 persen. Saham-saham teknologi dalam S&P 500 menguat 0,1 persen, membatasi penurunan pasar secara keseluruhan dan menjaga indeks Nasdaq tetap datar.

Pasar akan mencermati laporan kinerja Nvidia pada pekan depan untuk melihat tanda-tanda apakah momentum yang didorong oleh sektor teknologi ini dapat bertahan. Saham Nvidia naik 0,2 persen pada awal perdagangan. Kepala Analisis Keuangan di AJ Bell, Danni Hewson, mengatakan bahwa kejelasan lebih lanjut mengenai investasi AI dan sumber imbal hasilnya telah meredakan kekhawatiran jangka pendek akan potensi lonjakan lalu kejatuhan (boom-and-bust) sektor AI.

Sementara itu, penurunan saham UnitedHealth dan McDonald's membebani kinerja Dow Jones. Kekhawatiran mengenai imbal hasil investasi AI memang sempat menekan saham-saham produsen chip belakangan ini, namun hasil kinerja kuartalan yang kuat serta perkiraan yang mengindikasikan permintaan yang tangguh telah mendorong indeks Nasdaq mendekati rekor tertinggi.

Pada perdagangan Senin, S&P 500 mencatat delapan level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada level terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 29 level tertinggi baru dan 34 level terendah baru.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.