Marc Marquez disebut telah mengubah gaya balapnya di MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu kini tidak lagi mengambil risiko sebesar masa lalu demi menghindari kecelakaan dan cedera.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menilai Marquez jauh lebih berhati-hati ketika melakukan manuver. Perubahan itu terlihat dari jumlah kecelakaan yang dialami pembalap asal Spanyol tersebut sepanjang musim ini.
Menurut Pernat, Marquez tetap menjadi salah satu pembalap yang disegani para rival meski tidak lagi tampil dengan gaya agresif seperti sebelumnya. Perubahan tersebut berkaitan dengan keinginan Marquez menjaga kondisi fisiknya agar bisa terus berkarier di MotoGP.
"Dia tidak lagi ingin mengalami kecelakaan seperti dulu," kata Carlo Pernat, Minggu (16/8/2026).
Pernat membandingkan jumlah kecelakaan Marquez pada masa lalu dengan kondisinya musim ini. Menurut dia, Marquez sebelumnya bisa mengalami sekitar 40 kecelakaan dalam satu musim. Kini, jumlah tersebut turun drastis. Hingga seri ke-12 MotoGP 2026, Marquez disebut hanya mengalami tiga atau empat kecelakaan.
"Sekarang dia hanya mengalami tiga atau empat kecelakaan. Tapi bukan karena dia menjadi lebih baik," katanya.
Marc Marquez Masih Jadi Ancaman
Perubahan gaya balap tersebut tidak membuat Marquez kehilangan daya saing. Pembalap asal Cervera itu masih berada dalam persaingan papan atas klasemen MotoGP 2026.
Saat ini, Marquez menempati posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 200 poin. Hingga seri ke-12, dia sudah mencatatkan tiga kemenangan.
Posisi puncak klasemen sementara ditempati pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, dengan 240 poin. Martin unggul 31 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang berada di posisi kedua dengan 209 poin.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati pembalap Trackhouse, Ai Ogura. Pembalap asal Jepang tersebut telah mengumpulkan 208 poin, hanya terpaut delapan angka dari Marquez.
Persaingan tersebut membuat Marquez masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisinya pada paruh berikutnya musim MotoGP 2026. Namun, dia harus menjaga konsistensi sambil tetap menghindari risiko kecelakaan yang dapat mengganggu perburuan poin.
Seri berikutnya akan berlangsung di MotorLand Aragon, Spanyol. Rangkaian MotoGP Aragon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Agustus.
Balapan di Aragon juga menjadi kesempatan Marquez untuk memangkas jarak dari para pembalap di atasnya. Dengan 200 poin yang sudah dikumpulkan, konsistensi akan menjadi faktor penting dalam persaingan menuju posisi teratas klasemen.
Perubahan pendekatan Marquez seperti yang disoroti Pernat memperlihatkan sisi lain dari persaingan MotoGP. Pengalaman panjang dan sejumlah cedera membuat pembalap Ducati Lenovo tersebut kini disebut lebih memperhitungkan risiko ketika berada di lintasan.
Artikel Terkait
Pirro Dukung Marquez Bawa Gelar Juara Dunia untuk Ducati
Belajar dari Musim Lalu, Jorge Martin Tak Lagi Terobsesi Kemenangan demi Gelar Juara
Ayah Jorge Lorenzo Yakin Marquez Juara MotoGP 2026, Martin Kandidat Kedua
Dovizioso: Ducati Baru Sadar Kualitas Kepemimpinan Marc Marquez