Bonjer Tiga Tetap Jadi Andalan Pemburu Sparepart Motor Murah

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:06 WIB
Bonjer Tiga Tetap Jadi Andalan Pemburu Sparepart Motor Murah

Jalan Kebon Jeruk Tiga, atau yang akrab disapa Bonjer Tiga, di Jakarta Barat, masih menjadi tujuan utama konsumen untuk berbelanja kebutuhan onderdil motor. Salah satunya adalah Adin, yang mengaku telah lama menjadi pelanggan setia sejumlah toko di kawasan tersebut.

Adin mengatakan, ia sudah terbiasa membeli kebutuhan motor, seperti oli dan kampas rem, di toko-toko sepanjang Bonjer Tiga. Sebelum memutuskan membeli, ia biasanya membandingkan harga dari beberapa toko untuk mendapatkan penawaran paling terjangkau.

“Saya selalu beli di sini, soalnya sudah paling terjamin. Kadang-kadang saya bandingkan antara toko-toko, cek satu per satu, ternyata ada yang lebih murah di sini,” ungkapnya saat ditemui kumparan, Jumat (14/8).

Menurut Adin, selisih harga sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu sudah cukup menjadi pertimbangan untuk memilih tempat berbelanja. Ia menilai harga sparepart di Bonjer Tiga relatif lebih murah dibandingkan tempat lain yang pernah ia datangi.

“Ya itu lumayan buat ongkos atau buat jasa pasang. Jadi, yang paling murah ya di sini Jalan Kebon Jeruk,” tambahnya singkat.

Selain faktor harga, pelayanan juga menjadi alasan Adin tetap setia berbelanja di Bonjer Tiga. Ia menuturkan, beberapa toko tidak hanya menjual suku cadang, tetapi juga menyediakan jasa pemasangan.

“Bisa pasang juga di sini, kalau ada kekurangan kita gampang belinya. Misal kekurangan baut atau apalah, jadi kita enggak mondar-mandir,” ujar dia.

Bonjer Tiga memang sudah dikenal sebagai 'Surganya Sparepart' motor. Sepanjang jalan ini, tersedia berbagai pilihan suku cadang, mulai dari motor merek Jepang hingga Italia.

Meski akrab disebut demikian, Bonjer Tiga nyatanya tidak hanya berisi deretan toko suku cadang. Berdasarkan pantauan kumparan yang berkunjung langsung ke sana, ada pula toko variasi untuk lampu, velg, aki, toko helm, hingga jasa setel pelek dan press bodi motor.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags