Mantan Menteri BUMN Muhammad Said Didu mempertanyakan kondisi Tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang ia sebut sebagai salah satu pusat komando dalam upaya pemberantasan korupsi, penertiban oligarki, dan pengembalian aset negara. Ia menyampaikan kegelisahannya melalui sebuah video yang beredar pada 16 Agustus 2026, dengan judul “Pusat Komando Presiden @Prabowo sudah lumpuh?”.
Menurut Said Didu, sebelum terjadi kemunduran, Tim PKH telah menunjukkan sejumlah capaian yang signifikan. “Fakta keberhasilan Tim PKH (sebelum berhasil dilumpuhkan) berupa penyitaan sekitar 8 juta hektare lahan, pengembalian ratusan triliun rupiah ke negara, dan berkurangnya korupsi dan penyelundupan,” ujarnya. Namun, ia menilai kinerja tersebut mulai terhambat setelah Ketua Pelaksana PKH, yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, ditahan.
“Setelah Ketua Pelaksana PKH (mantan Jampidsus – Febrie) ditahan, maka terlihat PKH lumpuh,” kata Said Didu. Ia mencontohkan, tidak ada lagi penangkapan para perampok negara, penyitaan denda hasil rampokan, maupun operasi lapangan untuk penyitaan aset. “Tidak ada lagi penangkapan perampok negara, tidak ada lagi penyitaan denda hasil rampokan, tidak ada lagi operasi di lapangan penyitaan aset,” katanya.
Lebih lanjut, Said Didu menyoroti meningkatnya serangan terhadap Tim PKH, termasuk terhadap Ketua Tim Pengarah, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Syamsuddin, serta anggota Tim Pengarah dari BPKP yang bertugas menghitung kerugian negara. “Geng SOP seakan sudah menang,” ujarnya. Ia juga menyebut mulai muncul tuntutan pembubaran satgas di sejumlah daerah sebagai bagian dari dinamika yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.
Di akhir pernyataannya, Said Didu berharap Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten dengan pernyataan sebelumnya terkait Tim PKH. “Semoga Bapak Presiden @Prabowo konsisten melaksanakan pernyataan beberapa saat lalu bahwa siapa pun yang melawan Tim PKH maka melawan Presiden, dengan kembali membangkitkan semangat Tim PKH yang seakan sudah berhasil dilumpuhkan oleh Geng SOP,” kata Said Didu.
Pernyataan mengenai dugaan lumpuhnya Tim PKH, capaian penyitaan lahan, pengembalian aset, maupun adanya pihak yang disebut sebagai “Geng SOP” tersebut merupakan pernyataan dan penilaian Said Didu dalam videonya. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut maupun berkaitan dengan pernyataan tersebut. Hak jawab dan klarifikasi akan ditayangkan secara proporsional sesuai prinsip jurnalistik.
Artikel Terkait
Polri Pastikan Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah Sah Secara Hukum
Kejagung: Trading in Influence Bukan Pasal, tapi Modus Dugaan Korupsi Jampidsus
Bareskrim: Penggeledahan dan Penyitaan di Kasus Febrie Sesuai Prosedur
Kejagung Nilai Eks Jampidsus Febrie Tak Sesuai Fakta Saat Diperiksa