Prabowo: Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tak Boleh Ditunda

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Prabowo: Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tak Boleh Ditunda

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa harus segera dimulai. Proyek ini dinilai penting untuk melindungi jutaan warga dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

"Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," kata Prabowo dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mencontohkan Belanda yang telah membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa menunggu bencana. Menurut dia, Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional negara tersebut.

"Kita harus belajar dari negara lain. Negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana," ujarnya.

Di Indonesia, Giant Sea Wall di Pantura Jawa direncanakan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Proyek ini juga diharapkan menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan yang mulai terendam akibat naiknya permukaan laut.

"Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus kita bangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura Jawa, untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya laut," tutur Prabowo.

Selain sebagai pengaman dari ancaman laut, Prabowo mengatakan Giant Sea Wall akan dikembangkan menjadi infrastruktur air bersih dan jalur pertumbuhan ekonomi baru. Proyek ini juga diharapkan menjadi sarana untuk membangun kemampuan anak bangsa di bidang rekayasa.

"Selain itu Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa," ujarnya.

Prabowo menyebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghasilkan sejumlah terobosan teknologi yang akan digunakan dalam proyek tersebut. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut teknologi apa saja yang dimaksud.

"BRIN telah menghasilkan terobosan-terobosan teknologi yang akan kita gunakan untuk proyek Giant Sea Wall ini," kata Prabowo.

Pembangunan Giant Sea Wall diperkirakan memakan waktu 15 hingga 20 tahun. Prabowo bahkan mengaku tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan proyek tersebut. Meski begitu, ia menegaskan komitmennya untuk memulai proyek ini pada masa pemerintahannya.

"Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan. Ini waktu yang lama, saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," tegasnya.

Pemerintah merencanakan pembangunan Giant Sea Wall dibagi menjadi 15 segmen yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur, tepatnya sampai Gresik. Jika dikerjakan secara serentak, waktu penyelesaiannya bisa lebih cepat dari perkiraan awal.

"Pembangunan ini kita rencanakan dibagi 15 segmen dari Banten sampai Jawa Timur, sampai Gresik. Dan jika dilaksanakan serentak, sesungguhnya mungkin berkurang dari 20 tahun," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah harus berani memulai proyek ini karena menyangkut keselamatan dan kehidupan puluhan juta masyarakat di kawasan Pantura Jawa.

"Apapun harus kita berani mulai, ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita di Pantura," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.