Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa belanja negara dalam APBN tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, defisit anggaran tetap terjaga hingga Juli 2026. Dalam pidato Nota Keuangan 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8), ia menyampaikan bahwa belanja negara tumbuh 18,2 persen, sementara defisit berada di angka 0,91 persen terhadap produk domestik bruto.
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap produk domestik bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan rakyat tetap berjalan bersama dengan disiplin fiskal," ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa peningkatan belanja tersebut memang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memilih antara belanja yang hati-hati atau pertumbuhan ekonomi, serta tidak memilih antara membantu rakyat atau menjaga APBN. Semuanya dijalankan secara bersamaan.
"Kita tidak memilih pertumbuhan dan keberhati-hatian, kita pilih dua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat atau menjaga APBN, kita melakukan dua-duanya," tegasnya.