Iran dan Oman tengah merundingkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Salah satu poin penting dalam perundingan itu adalah pengaturan lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.
Berdasarkan usulan yang dibahas, kapal yang masuk ke Teluk akan menggunakan rute utara melalui perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar menuju Laut Arab akan melewati jalur selatan di perairan Oman. Namun, koordinasi dengan Iran tetap dilakukan. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah sumber pejabat negara Teluk kepada Axios.
Selama masa transisi, tidak ada biaya transit atau tol yang dikenakan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Selain itu, jalur tengah selat akan dibersihkan dari ranjau laut dalam waktu 30 hari. Setelah pembersihan selesai, jalur tengah akan dibuka untuk lalu lintas dua arah, dan pengaturan permanennya akan menjadi bagian dari perundingan lanjutan antara Oman dan Iran.
Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan setelah kembali pecah konfrontasi militer. Pembukaan Selat Hormuz juga menjadi pintu masuk bagi dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Iran yang sempat terhenti sejak serangan pada awal Juli lalu.
Pengaturan lalu lintas tersebut rencananya berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang jika kedua pihak mencapai kesepakatan lanjutan. Awalnya, pengumuman kesepakatan ditargetkan pada Rabu lalu, tetapi belum terwujud.
Selain Oman dan Iran, negosiasi ini juga melibatkan pejabat dari Qatar, Pakistan, dan Arab Saudi. Amerika Serikat disebut berperan aktif dalam pembahasan.
Artikel Terkait
Iran Tetapkan Enam Syarat Berat untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Iran Sebut Kesepakatan Selat Hormuz Hampir Tercapai, tapi Tak Otomatis Buka Jalur
UEA Tuding Iran Serang Tanker ADNOC di Selat Hormuz
Iran Ajukan Syarat untuk Buka Kembali Selat Hormuz