Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memastikan kondisi bisnis ritel tetap aman dan terkendali meski pemasangan pagar berukuran besar di sejumlah pusat perbelanjaan sempat menjadi perhatian publik. Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah membantah anggapan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan kondisi keamanan yang tidak kondusif. Menurutnya, isu tersebut berkembang secara berlebihan.
"Artinya (pemasangan) pagar (itu) biasa sih. Cuman ini kok isunya ke mana-mana, enggak perlulah seperti itu ya," kata Budihardjo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (6/8/2026).
Dia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan langkah internal pengelola mal untuk mengatur kenyamanan pengunjung dan menjaga kelancaran operasional. Pemasangan pagar tidak diterapkan secara seragam di seluruh pusat perbelanjaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kebutuhan teknis untuk mengoptimalkan arus keluar-masuk pengunjung di titik-titik tertentu.
"Jadi intinya cuma mungkin dari grup mal tersebut mengatur trafik untuk kenyamanan konsumen. Jadi biar konsumen itu enggak masuk dari mana-mana. Kalau kami melihat ya ini untuk bikin situasi bagus lah. Ya namanya ya sebenarnya pagar itu kan sebenarnya hal yang yang sifatnya untuk internal mereka ya. Bukan karena ada masalah," tuturnya.
Budihardjo menegaskan, pelaku usaha terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk memastikan rantai pasok dan distribusi barang tetap berjalan lancar. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan stok menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. "Kami sih sebagai pengusaha percaya sama pemerintah ya, artinya pengusaha akan membantu pemerintah supaya penyebaran harga, penyebaran barang didistribusi normal, situasi terkendali, stok cukup itu. Saya rasa semua aman ya," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana meminta pengelola sejumlah pusat perbelanjaan membongkar pagar besi yang dipasang di area mal. Menurutnya, langkah antisipasi yang didasari kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan. Pramono mengaku telah mengetahui pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Kota Kasablanka (Kokas) dan Blok M Plaza. Dia menilai pemasangan pagar tersebut kemungkinan merupakan langkah antisipasi dari pihak pengelola.
Belakangan, setelah mendapat respons dari gubernur, pagar-pagar tinggi yang sempat terpasang di sejumlah pusat perbelanjaan sudah tidak terlihat lagi.
Artikel Terkait
Kebakaran SDN Srengseng Sawah 04, Kegiatan Belajar Mengajar Dipastikan Normal Jumat
Kebakaran Melanda SDN Srengseng Sawah 04, Gubernur Pramono Pastikan KBM Normal
HIPPINDO Nilai Pemasangan Pagar di Mal sebagai Pengaturan Kenyamanan, Bukan Isu Keamanan
Dubes Palestina: Kami Rayakan HUT RI ke-79 sebagai Wujud Cinta kepada Indonesia