Pemkab Majalengka dan BNN Perkuat Sinergi Cegah Narkotika, Dorong Kurikulum Antinarkotika

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Pemkab Majalengka dan BNN Perkuat Sinergi Cegah Narkotika, Dorong Kurikulum Antinarkotika

Pemerintah Kabupaten Majalengka menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah pesatnya pembangunan daerah. Langkah ini diwujudkan melalui edukasi masyarakat, penguatan peran sekolah, serta penerapan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) yang menjadi bagian dari gerakan nasional Ananda Bersinar.

Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, Majalengka kini mengalami transformasi besar berkat pembangunan infrastruktur, seperti beroperasinya Tol Cisumdawu dan Tol Cipali yang memangkas waktu tempuh dari Bandung menjadi sekitar satu jam dan dari Jakarta dua hingga dua setengah jam.

"Transformasinya sangat besar. Setelah Tol Cisumdawu dan Tol Cipali beroperasi, waktu tempuh dari Bandung ke Majalengka hanya sekitar 1 jam, sedangkan dari Jakarta sekitar 2 hingga 2,5 jam," kata Eman dalam Kuliah Umum Nasional di Universitas Majalengka (UNMA), Kamis (6/8/2026).

Selain itu, posisi Majalengka yang dekat dengan Pelabuhan Patimban dan didukung bonus demografi menjadikan daerah ini memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang. Hampir setengah dari jumlah penduduknya merupakan usia produktif, ditambah pertumbuhan sektor industri dan pariwisata yang semakin pesat.

Di tengah perkembangan tersebut, Eman menilai penguatan pencegahan narkotika menjadi sangat penting agar pembangunan tidak dibayangi ancaman penyalahgunaan narkoba. "Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya bahwa pendekatan pencegahan primer menjadi sangat penting, lebih baik mencegah daripada mengobati," jelasnya.

Eman menegaskan langkah ini bukan karena Majalengka memiliki tingkat peredaran narkotika yang tinggi, melainkan sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, terlindungi. "Kami sangat berharap sinergitas yang terjalin dapat semakin kokoh agar kasus peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Majalengka bisa secara masif dicegah dan dihentikan peredarannya. Langkah tegas dan kolaboratif ini menjadi sebuah keharusan demi memastikan seluruh lapisan masyarakat Majalengka merasa aman, terlindungi, dan tidak terjerumus ke dalam jurang bahaya narkotika yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda kita," ujar Eman.

BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika

Sejalan dengan upaya Pemkab Majalengka, BNN juga mendorong penguatan pendidikan antinarkotika melalui program IKAN di sekolah-sekolah. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional Ananda Bersinar yang bertujuan membangun kesadaran mengenai bahaya narkotika sejak usia dini.

Dalam Kuliah Umum Nasional yang mengusung tema 'Membangun Resiliensi Generasi Muda di Tengah Ancaman Narkotika', Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah karena anak-anak berada pada fase paling penting dalam pembentukan karakter.

"Program ini sejatinya merupakan komitmen negara bahwa pencegahan harus dimulai dari akarnya, yakni lingkungan keluarga dan anak-anak sebagai fase paling krusial dalam pembentukan karakter," ujar Suyudi.

Gerakan Ananda Bersinar ditopang oleh lima pilar strategis, salah satunya penguatan literasi mengenai bahaya narkotika serta peningkatan kesadaran digital sejak dini. Untuk mendukung gerakan tersebut, BNN menjalankan sejumlah program seperti BNN Goes to School, BNN Goes to Campus, BNN Goes to Pesantren, hingga pembentukan Saka Antinarkoba bersama Gerakan Pramuka.

Selain itu, BNN mulai menerapkan program IKAN dengan menyisipkan materi antinarkotika ke dalam lima mata pelajaran, yaitu pendidikan agama, kimia, biologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta olahraga. "Kita tidak menambah mata pelajaran karena itu akan menambah beban. Materi antinarkotika cukup disisipkan ke dalam pelajaran yang sudah ada," jelas Suyudi.

Menurut Suyudi, program tersebut telah diterapkan di delapan provinsi sebagai proyek percontohan dan diharapkan dapat segera diterapkan di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka. "Mudah-mudahan di Majalengka juga. Kalau belum, segera," katanya.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UNMA Dr Otong Syuhada, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, Direktur Transmedia Latif Harnoko, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Majalengka, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kuliah Umum Nasional ini didukung oleh Bank Mandiri, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, yang berupaya mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler