Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana meresmikan tahap pertama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Bali. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan jadwal dengan Presiden Prabowo Subianto untuk pelaksanaan acara tersebut.
Bahlil mengatakan, pemerintah telah menyusun master plan untuk pengembangan PLTS 100 GW dan akan memulai peresmian tahap pertama dalam waktu dekat. "Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt. Kan kita buat master plan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di Bali," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (3/8).
Proyek ini telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, memastikan kapasitas 100 GW telah tercantum dalam revisi RUPTL. "100 GW sudah masuk (revisi RUPTL), peak loh ya, 100 GWp," kata Tri di lokasi yang sama.
Meski demikian, Bahlil belum memerinci tahapan maupun jadwal pelaksanaan proyek. Ia menegaskan seluruh proses akan mengikuti mekanisme yang berlaku di Kementerian ESDM. "Aturan sebelum groundbreaking harus masuk ke mana dulu? Ya, ke ESDM. Nanti semuanya akan kita sampaikan secara resmi. Tidak semua hal bisa langsung saya jelaskan sekarang," ujarnya.
Ia juga meminta publik dan media menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait detail penyelarasan RUPTL agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Artikel Terkait
Ancaman Bom Palsu di Bandara Ngurah Rai, Polisi Selidiki Penyebar Informasi
Bahlil: Perusahaan Batu Bara Pembayar Royalti Tinggi Bakal Diprioritaskan dalam Relaksasi RKAB
Pemerintah Petakan Hambatan Ekspor Hilirisasi Mineral akibat Kandungan Logam Tanah Jarang
Harga Pertamax Turun per 1 Agustus, Bahlil: BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik