Bina Marga Ungkap Alasan Dua JPO di Rasuna Said Tak Bisa Disambung

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Bina Marga Ungkap Alasan Dua JPO di Rasuna Said Tak Bisa Disambung

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta buka suara terkait keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri berdampingan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kedua struktur tersebut ternyata memiliki fungsi dan sejarah pembangunan yang berbeda.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa JPO pertama merupakan fasilitas eksisting milik Pemprov DKI yang dibangun lebih awal untuk masyarakat umum. Sementara JPO kedua adalah infrastruktur integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek untuk menghubungkan Stasiun LRT dengan Halte TransJakarta.

Perubahan akses ke halte terjadi seiring dipindahkannya lokasi halte ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek. Sejak saat itu, jalur masuk halte tidak lagi menggunakan JPO eksisting, melainkan dialihkan melalui JPO integrasi. Meski begitu, JPO integrasi tetap dapat dimanfaatkan masyarakat umum yang ingin menyeberang tanpa membeli tiket.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," kata Dinar dalam keterangan resminya, Senin (3/8).

Kendala Teknis Penyambungan

Menanggapi usulan publik yang meminta kedua JPO dihubungkan secara fisik, Bina Marga mengungkapkan adanya kendala teknis yang signifikan. Berdasarkan kajian, terdapat perbedaan elevasi lantai setinggi 75 sentimeter, sementara jarak horizontal antarkedua struktur sangat dekat, hanya sekitar 60 sentimeter.

"Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna," terang Dinar.

Meski tidak terhubung langsung, jarak antara tangga turun kedua JPO relatif dekat, yakni sekitar 50 meter. Masyarakat diimbau memilih fasilitas yang sesuai dengan titik tujuan penyeberangan masing-masing. "Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," pungkas Dinar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags