Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri polemik fasilitas pejalan kaki di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Setelah meninjau langsung kondisi di lapangan saat Car Free Day (CFD), ia memerintahkan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama dan memusatkan seluruh akses penyeberangan ke JPO baru yang terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek.
Keputusan ini diambil untuk menyelesaikan masalah yang selama ini membuat warga merasa dilema, semacam hubungan cinta-benci dengan JPO Rasuna Said. Keberadaan dua JPO yang berdekatan kerap membingungkan pejalan kaki, apalagi yang baru dianggap lebih modern dan terhubung langsung dengan moda transportasi massal.
Dengan pembongkaran ini, diharapkan tidak ada lagi kebingungan di lapangan. Semua penyeberang akan diarahkan ke satu titik yang lebih representatif dan fungsional. Pramono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmennya untuk menata ulang fasilitas publik agar lebih ramah pejalan kaki dan terintegrasi dengan transportasi umum.
Warga yang biasa melintas di kawasan tersebut pun menyambut baik keputusan ini. Mereka berharap JPO baru yang terintegrasi LRT dapat memberikan kenyamanan dan keamanan lebih, sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Artikel Terkait
Pramono Ungkap Rencana Transportasi Jakarta hingga 2029, Target LRT dan MRT
HUT ke-81 RI, Pramono Anung Beri Kado Tarif Transportasi Rp1
Pramono Minta Jakpro dan Ancol Siapkan Lahan Parkir untuk Acara di JIS
Pemprov DKI Luncurkan Call Center Transportasi 1500813, Gratis dan Siaga 24 Jam