PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperluas penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan biodiesel B40 pada kereta kerja berbasis diesel yang digunakan untuk inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana Kereta Cepat Whoosh. Langkah ini menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan KCIC tidak hanya terbatas pada layanan penumpang yang menggunakan listrik, tetapi juga mencakup seluruh kegiatan pendukung operasional.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, biodiesel B40 merupakan campuran 40 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit dan 60 persen solar, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Dengan demikian, penggunaan B40 pada kereta kerja menjadi salah satu upaya nyata mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Selama ini masyarakat mengenal Whoosh sebagai kereta cepat yang menggunakan energi listrik. Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga kami terapkan pada sarana pendukung operasional melalui penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja yang digunakan untuk kegiatan inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana. Dengan demikian, semangat keberlanjutan tidak hanya hadir pada layanan penumpang, tetapi juga dalam kegiatan pendukung operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).
KCIC mengoperasikan berbagai kereta kerja untuk menjaga kondisi dan geometri jalur, memeriksa rel, mendukung pemeliharaan sistem listrik aliran atas (Overhead Catenary System/OCS), serta mengangkut personel, peralatan, dan material yang dibutuhkan dalam pekerjaan perawatan. “Seluruh kereta kerja berbasis diesel tersebut saat ini telah menggunakan biodiesel B40,” kata Eva.
Penggunaan biodiesel ini tidak hanya mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya terbarukan dalam kegiatan pemeliharaan prasarana. Ke depan, KCIC menyatakan kesiapannya mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah, setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku.
“KCIC mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih. Penerapan biodiesel B40 menjadi salah satu langkah nyata yang kami lakukan saat ini, dan ke depan kami siap mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kesiapan operasional,” ujar Eva.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional, Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat. Melalui pemanfaatan energi listrik pada layanan Whoosh dan biodiesel pada kereta kerja, KCIC turut berkontribusi dalam mewujudkan sistem transportasi yang semakin rendah emisi.
“Keberlanjutan merupakan bagian dari pengembangan layanan Whoosh. Melalui penggunaan energi listrik pada kereta penumpang dan biodiesel pada kereta kerja, kami ingin terus berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan semakin ramah lingkungan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tunggu Proses Administrasi KCIC dari Danantara Sebelum Selesaikan Utang
Promo Libur Sekolah Whoosh Masih Berlaku, Diskon Tiket hingga Rp200 Ribu
Wisatawan Malaysia Dominasi Penumpang Asing Kereta Cepat Whoosh