Iran menegaskan tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat menghentikan ancaman dan campur tangan dalam pengaturan arus lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut. Pernyataan ini disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).
"Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gertakan dan ancaman pejabat AS, serta campur tangan mereka dalam pergerakan maritim di kawasan terus berlanjut," bunyi pernyataan IRGC. Mereka juga memperingatkan bahwa berlanjutnya ancaman dan campur tangan AS hanya akan membuat situasi semakin sulit dan rumit.
Militer Iran menegaskan akan terus menyerang kapal-kapal tanker dan kargo yang melintasi jalur ilegal, merujuk pada rute baru di Selat Hormuz yang dibuat oleh AS. Kapal-kapal yang terbujuk rayu AS untuk melewati jalur tersebut dipastikan tidak akan luput dari serangan Iran.
IRGC mengklaim, pada Rabu pekan lalu, dua kapal tanker minyak yang dikawal pesawat AS berusaha melintasi Selat Hormuz di jalur sebelah selatan. Namun, upaya mereka berhasil digagalkan. Kedua kapal segera berbalik arah setelah salah satunya mengalami kebakaran besar.
"Selat Hormuz adalah wilayah kami, dan Angkatan Laut IRGC mengendalikannya dengan tegas," demikian pernyataan IRGC. Mereka menegaskan tidak ada kekuatan asing yang datang dari jarak ribuan kilometer bisa ikut campur mengatur lalu lintas Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Harga Minyak Menguat di Akhir Juli, Cetak Kenaikan Bulanan Terbesar sejak Maret
Serangan Gabungan AS-Arab Saudi di Irak Tewaskan Lima Personel Garda Revolusi Iran
Garda Revolusi Iran Sebut Dua Kapal Tanker AS Berbalik Arah Usai Kebakaran di Selat Hormuz
Harga Minyak Melonjak 7% Akibat Serangan Udara di Timur Tengah dan Penurunan Stok AS