Pemprov DKI Pastikan Lahan Ciangir untuk Kawasan Peternakan, Bukan Pengganti Bantargebang

- Jumat, 31 Juli 2026 | 21:30 WIB
Pemprov DKI Pastikan Lahan Ciangir untuk Kawasan Peternakan, Bukan Pengganti Bantargebang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa lahan di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dikembangkan menjadi kawasan peternakan terintegrasi yang dikelola oleh Perumda Dharma Jaya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan lokasi tersebut bukan alternatif pengganti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan," kata Pramono di Ciangir, Jumat (31/7/2026).

Pembangunan infrastruktur di lahan tersebut dijadwalkan dimulai pada November dengan total investasi sekitar Rp1 triliun. Pramono berharap pengembangan kawasan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pelaku usaha.

"Dan juga saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, dan Badan Aset untuk yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta bisa dimulai lebih awal," ujarnya.

Kawasan Ciangir memiliki luas hampir 100 hektare milik Pemprov DKI Jakarta. Sekitar 40 hektare dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendukung pengolahan organik, termasuk budi daya maggot dan kegiatan pendukung lainnya. Sementara itu, sekitar 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan Jakarta. Lahan lainnya merupakan bagian dari kontribusi aset Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyebut pihaknya akan mengembangkan area tersebut sebagai Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir. "Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.

Kawasan seluas 20 hektare itu dirancang sebagai pusat peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang akan dibangun antara lain kandang penggemukan dan karantina sapi, gudang pakan, laboratorium, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, serta cadangan lahan untuk hijauan pakan ternak. Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags