Sebuah drone menghantam kapal tanker penyimpanan gas milik Amerika Serikat di Pelabuhan Damietta, Mesir, pada Rabu (19/7/2026). Serangan itu memicu kebakaran yang kemudian menjalar ke kapal lain di sekitar lokasi.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan insiden tersebut pada Kamis (20/7/2026). Kementerian Perminyakan Mesir membenarkan adanya kebakaran di pelabuhan yang terletak di Laut Mediterania itu, namun tidak menyebutkan keterlibatan drone dalam pernyataan resmi mereka.
Menurut tiga sumber yang mengetahui kejadian, drone tersebut menargetkan kapal tanker penyimpanan terapung bernama Energos Winter. Kebakaran yang timbul sempat menyebar ke kapal lain sebelum akhirnya dapat dipadamkan. "Kebakaran segera ditangani dan tak ada korban jiwa," demikian pernyataan Kementerian Perminyakan Mesir.
Hingga berita ini diturunkan, belum jelas siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. Iran baru-baru ini menembakkan rudal ke pasukan AS di Yordania, sementara AS dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di Irak.
Teheran juga mengaku telah menembaki pangkalan AS di Yordania dan kapal-kapal di Selat Hormuz. Selain itu, Iran menolak proposal Oman untuk mengelola selat strategis tersebut secara bersama-sama. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran hanya akan berlangsung beberapa minggu ketika diluncurkan pada Februari lalu. Namun, pertempuran kini telah berlangsung selama lima bulan tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.
Artikel Terkait
Rumania Usir Diplomat Rusia Usai Drone Berulang Kali Langgar Wilayah Udara
Pemerintah Perkuat Pengawasan Hutan dengan Drone untuk Deteksi Dini Gangguan
Kesaksian Pilot F-15E AS: Drone Iran Seperti Ladang Ranjau di Udara
Pengunggah Video Petani Naik Drone Minta Maaf, Akui Hanya Konten Iseng