Pemerintah Mesir untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa kebakaran yang melanda dua kapal gas di Pelabuhan Damietta, pesisir Laut Mediterania, pada Rabu (29/7) disebabkan oleh serangan drone. Sebelumnya, insiden itu sempat diduga sebagai kecelakaan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (30/7), kabinet Mesir menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku di balik serangan tersebut. “Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Otoritas terkait terus melakukan penyelidikan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Mesir,” demikian bunyi pernyataan kabinet.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, sebelumnya melaporkan bahwa sebuah drone menghantam kapal penyimpanan gas milik perusahaan Amerika Serikat yang sedang bersandar di Pelabuhan Damietta. Tiga sumber di sektor perdagangan mengatakan drone tersebut menargetkan kapal penyimpanan terapung Energos Winter, memicu kebakaran yang kemudian menjalar ke kapal Gaslog Salem.
Kelompok manajemen risiko maritim Vanguard menyebut Energos Winter terkena proyektil tak dikenal di sisi kanan (starboard) kapal. Api yang muncul berhasil dipadamkan.
Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu. Insiden ini terjadi beberapa saat setelah Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan AS di Yordania. Pada hari yang sama, AS dan Arab Saudi juga menggempur kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan membalas serangan Iran. Di saat bersamaan, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran konflik di Timur Tengah semakin meluas.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas Mesir Pingsan Saat Melerai Pertengkaran Dua Istrinya
Serangan Udara Rusia-Ukraina Tewaskan 19 Orang, Rusia Klaim Cegat 822 Drone
Ukraina Luncurkan 600 Drone ke Moskow, Satu Tewas dan Tiga Terluka
Serangan Drone Ukraina Tewaskan Bocah 8 Tahun di Rusia Selatan