Proses hukum terkait kecelakaan yang menimpa adik penyanyi Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, masih berada di tahap mediasi. Meski pihak tergugat kembali tidak hadir dalam agenda mediasi kedua, ibunda Keisya, Levi Leonita Davies, tetap menjalani prosedur hukum dengan lapang dada.
"Ya, kita ikutin aja prosesnya. Makanya tadi sama mediator kan udah dikasih batas 2 minggu. Jadi bisa jadi misalkan dari pihak mereka sebelum 2 minggu sudah bisa hadir, ya kita bisa langsung mediasi," kata Levi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (29/7/2026). "Cuman kita tunggu aja, semangat. Doain aja," imbuhnya.
Kondisi fisik Lexi belum pulih sepenuhnya. Ia masih harus menjalani perawatan rutin berupa fisioterapi, terapi tusuk jarum, hingga latihan kebugaran. "Duduk lama juga enggak bisa, apalagi di permukaan yang keras, tuh dia enggak bisa terlalu lama," tutur Levi menjelaskan kondisi harian sang putra.
Levi berharap pengadilan dapat menjadi wadah yang adil untuk mencapai kesepakatan bagi kedua belah pihak. "Saya memutuskan untuk melalui jalur hukum, karena ya harapannya sih lembaga ini kan bisa menjadi penengah yang netral gitu, untuk biar dari pihak sana dan dari pihak kami tuh juga akhirnya ketemu jalan tengah," pungkasnya.
Musibah yang menimpa Lexi terjadi pada tahun 2024 saat ia berpartisipasi dalam kegiatan panjat tebing organisasi kemahasiswaan di Universitas Tarumanegara (Untar), Grogol, Jakarta Barat. Alat pengaman yang dikenakan Lexi diduga terlepas, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dan jatuh bebas dari ketinggian lantai 6 gedung kampus. Akibat insiden tersebut, Lexi menderita cedera berat, termasuk tulang ekor hancur hingga harus dipasangi pen medis, trauma organ ginjal, paru-paru terendam darah, dan luka robek pada organ hati.
Artikel Terkait
Adik Keisya Levronka Sempat Ucap Ingin Mati Usai Jatuh dari Lantai 6, Ibunda Ungkap Perjuangan Mental
Ibunda Keisya Levronka Buka Pintu Damai soal Kasus Adik Jatuh dari Lantai 6
Mediasi Kasus Lexi Valleno Havlenda Lawan UNTAR Dimulai
Sidang Gugatan Adik Keisya Levronka Berlanjut, Mediasi dengan Untar Ditunda