Direktorat Siber Polda Jawa Tengah masih menyelidiki kasus penyebaran konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan (deepfake) yang menimpa seorang mahasiswi di Surakarta. Polisi menduga jumlah korban tidak hanya satu orang.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan penyidik kini melakukan pendalaman di Kabupaten Blora setelah memperoleh informasi adanya dugaan korban lain di wilayah tersebut.
"Saat korban memberikan klarifikasi kepada penyidik, yang bersangkutan menyampaikan ada korban lain. Kami mendapat informasi ada dua korban. Oleh karena itu, penyidik saat ini berada di Blora untuk melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut," ujar Artanto, Rabu (29/7).
Meski demikian, hingga kini laporan resmi yang diterima kepolisian baru berasal dari satu korban, yakni mahasiswi berinisial E. "Yang baru resmi melapor satu," katanya.
Selain menelusuri dugaan korban lain, penyidik masih berupaya mengungkap identitas pelaku. Pasalnya, laporan yang diterima mengarah pada akun media sosial anonim. "Yang dilaporkan adalah akun media sosial. Nomor dan akunnya anonim, sehingga belum diketahui siapa pengirimnya. Pelakunya juga belum diketahui dan masih dalam penyelidikan," ujar Artanto.
Sebelumnya, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta itu menjadi korban penyebaran konten pornografi hasil deepfake. Wajah korban diedit dan ditempelkan pada tubuh perempuan lain yang sedang tanpa busana. Foto dan video hasil manipulasi tersebut kemudian disebarkan melalui sejumlah akun media sosial hingga aplikasi Telegram.
Kasus ini terungkap setelah korban dihubungi oleh sebuah akun Instagram bernama Kelas Dunia Digital pada 1 Januari 2026. Akun tersebut diduga berupaya menjalin komunikasi dengan korban, namun tidak mendapat tanggapan. Beberapa hari kemudian, muncul akun Instagram lain yang mengunggah foto-foto pornografi hasil editan menggunakan wajah korban.
Berdasarkan keterangan penyidik, diduga terdapat sedikitnya tujuh korban lain yang saling mengenal karena pernah bersekolah di SMA yang sama di Kabupaten Blora. Informasi tersebut masih didalami dan hingga kini baru satu korban yang secara resmi melapor ke polisi.
Artikel Terkait
Wajah Mahasiswi Solo Diedit dengan AI untuk Konten Porno, Polisi Selidiki
Polda Jateng Sita 227.000 Botol Miras Ilegal dalam Operasi Pekat II Candi
Polda Jateng Ungkap 198 Kasus Narkoba dan 2.122 Kasus Miras Ilegal
Tanpa Pemain PSM, David Nascimento Panggil 24 Pemain untuk TC Timnas U-17