BI Perkuat Bauran Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah

- Rabu, 29 Juli 2026 | 08:48 WIB
BI Perkuat Bauran Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. "Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Menurut Erwin, BI akan mengoptimalkan berbagai instrumen, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penguatan instrumen moneter. "Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing," katanya.

Strategi pengelolaan likuiditas pasar uang dan perbankan juga akan diperkuat. Salah satunya melalui pengelolaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar tetap sejalan dengan kebutuhan likuiditas dan menarik aliran modal asing. "Posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali. Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah," ujar Erwin.

Di sisi lain, BI akan terus memperkuat kebijakan untuk mendorong pembiayaan ke sektor produktif melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). "Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif," tutur Erwin.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags