Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan menemukan sejumlah selongsong peluru berserakan di lokasi bentrokan di Desa Berbeluk, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Temuan itu menjadi petunjuk penting untuk mengungkap pelaku penembakan yang melukai seorang warga.
Selongsong peluru ditemukan saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai bentrokan yang diwarnai penembakan dan perusakan pada Senin (27/7/2026). Selain selongsong, penyidik juga mengamankan sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi akan mendalami jenis senjata api yang digunakan melalui pemeriksaan forensik terhadap selongsong peluru yang ditemukan di lokasi.
Dalam bentrokan tersebut, seorang warga bernama Bambang Siswoyo menjadi korban penembakan. Ia mengalami dua luka tembak di bagian punggung dan kaki. Saat ini kondisinya terus membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
Bambang menuturkan, bentrokan bermula ketika adik sepupunya, Mustofa, menegur seorang pengendara yang memarkir mobil di tikungan jalan saat membeli rujak di Desa Berbeluk. Menurutnya, posisi kendaraan membahayakan pengguna jalan karena memakan bahu jalan dan diparkir melawan arus.
Teguran itu justru memicu cekcok. Pengemudi mengeluarkan senjata tajam sebelum meninggalkan lokasi. Sekitar satu jam kemudian, situasi memanas. Rombongan sekitar 10 mobil mendatangi rumah keluarganya dan langsung menyerang.
"Kronologi awalnya itu yang bermasalah dengan sepupu saya. Pelaku beli rujak di kawasan Berbeluk dan lokasinya agak rawan seperti tikungan gitu. Nah di situ adik saya, Mustofa negur dia dengan baik-baik. Terus dia bilang, kalau saya enggak mau gimana? Habis itu dia ngeluarin sajam ke adik saya," ujar Bambang.
Menurutnya, kelompok penyerang diduga membawa senjata api dan senjata tajam. Selain menembaknya hingga mengalami dua luka tembak, para pelaku juga merusak dua mobil milik keluarganya yang terparkir di halaman rumah.
Hingga kini, Satreskrim Polres Bangkalan masih memeriksa sejumlah saksi dan korban untuk mengungkap motif bentrokan. Temuan selongsong peluru di lokasi kejadian menjadi salah satu barang bukti utama yang diharapkan dapat membantu penyidik mengidentifikasi senjata yang digunakan serta pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.
Artikel Terkait
Guru Madrasah di Bangkalan Diciduk usai Diduga Cabuli Enam Siswi
Mantan Anggota DPR Thailand Tembak Pejabat Daerah, Lalu Mengaku di Siaran Langsung
Politisi Thailand Telepon Jurnalis Saat Siaran Langsung Usai Tembak Mati Pejabat
Penembakan di Bangkok: Pejabat Daerah Tewas, Mantan Anggota Parlemen Jadi Tersangka