Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, KBRI Imbau WNI Waspada

- Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, KBRI Imbau WNI Waspada

Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) sore. Perwakilan Republik Indonesia di Jepang langsung mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI), khususnya yang berada di Kyushu dan wilayah terdampak, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan data Japan Meteorological Agency (JMA), gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan pusat di wilayah Kumamoto pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Perwakilan RI menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan meminta WNI tetap tenang serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. "Kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang, khususnya di wilayah Kyushu dan daerah terdampak, diimbau untuk tetap tenang dan waspada serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, dan hanya menyebarkan informasi yang berasal dari sumber resmi," demikian bunyi imbauan yang dirilis Selasa (28/7).

WNI diminta terus memantau perkembangan situasi melalui JMA, Pemerintah Jepang, dan sumber informasi resmi lainnya. Selain itu, mereka diinstruksikan mengikuti arahan otoritas setempat terkait evakuasi maupun tindakan keselamatan lain.

Perwakilan RI secara khusus mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi gempa susulan atau aftershock serta bahaya ikutan lainnya. WNI juga disarankan memastikan telepon seluler tetap aktif dan menghemat penggunaan baterai agar dapat dihubungi dalam kondisi darurat.

Mereka diimbau memberi kabar mengenai kondisi masing-masing kepada keluarga di Indonesia serta saling membantu dan berkoordinasi dengan sesama WNI maupun warga lain di sekitar lokasi.

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas Jepang serta jaringan WNI di wilayah terdampak. WNI yang terdampak atau mengetahui adanya WNI yang membutuhkan bantuan darurat diminta segera menghubungi KBRI Tokyo atau KJRI Osaka melalui saluran kedaruratan resmi yang telah disediakan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags