Seorang pria di Kabupaten Qinggang, China, nekat membunuh tetangganya setelah memergoki pria tersebut menjalin hubungan asmara dengan istrinya. Peristiwa tragis itu terjadi saat perayaan Tahun Baru Imlek dan dipicu oleh rasa cemburu serta sakit hati akibat perselingkuhan yang telah berlangsung lama.
Polisi menerima laporan sekitar pukul 00.30 waktu setempat dan segera mendatangi lokasi. Di tempat kejadian, petugas menemukan jasad seorang pria tergeletak di depan pintu rumah dengan tubuh bersimbah darah. Di dalam rumah, seorang perempuan duduk di atas tempat tidur sambil menangis dan gemetar. Ia baru tersadar setelah beberapa kali dipanggil petugas.
Perempuan itu memperkenalkan diri sebagai Liu Ying. Ia mengaku bahwa suaminya yang bermarga Song telah menikam tetangga mereka, Yin, hingga tewas. Kakak laki-laki Song kemudian menghubungi polisi untuk melaporkan insiden tersebut. Tak lama berselang, Song menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.
Song dan Liu Ying menikah melalui perjodohan. Keduanya bekerja di Biro Kehutanan Kabupaten Qinggang dan dikaruniai seorang anak perempuan. Kehidupan rumah tangga mereka berjalan harmonis hingga Yin hadir. Yin meninggalkan kampung halamannya dan bekerja di Qinggang, lalu berkenalan dengan Song. Ia kemudian pindah ke rumah yang tak jauh dari kediaman pasangan itu.
Song awalnya menganggap Yin sebagai teman. Namun, tanpa sepengetahuannya, Yin dan Liu Ying menjalin hubungan asmara. Yin beberapa kali melontarkan ucapan bernada menggoda, namun Song menganggapnya candaan. Liu Ying pun mulai menaruh hati pada Yin. Hubungan itu berhasil disembunyikan untuk sementara waktu.
Kecurigaan Song muncul saat ia melihat Yin semakin sering datang ke rumah dan tatapan istrinya berbeda. Suatu hari, Song pulang lebih awal dan mendapati Liu Ying berbincang dengan Yin di kamar tidur. Liu Ying akhirnya mengaku jatuh cinta pada Yin dan meminta cerai, namun Song menolak. Hubungan rumah tangga mereka semakin renggang dan dipenuhi pertengkaran. Song pun memilih meninggalkan rumah.
Di tengah perpisahan, Song mengetahui bahwa Liu Ying membawa Yin tinggal di rumah mereka dan hidup bersama layaknya suami istri. Bahkan, putri mereka memanggil Yin sebagai ayah tiri. Hal itu membuat Song semakin kecewa dan marah.
Pada sore hari sebelum kejadian, Liu Ying dan Yin pulang ke rumah bersama putri mereka. Mereka makan bersama dan membereskan rumah. Tanpa diketahui, Song telah bersembunyi di dalam lemari pakaian selama sekitar tujuh jam, menunggu kesempatan untuk menghadapi Yin. Ia mengaku sempat ragu, namun rasa marah dan cemburu akhirnya menguasai dirinya.
Saat tidak lagi mampu menahan emosi, Song keluar dari persembunyian dan langsung menyerang Yin dengan pisau. Korban mengalami enam luka tusuk dan meninggal dunia. Song mengaku sedih karena harus menjalani Tahun Baru Imlek seorang diri dan menyalahkan Yin atas hancurnya rumah tangganya.
Perbuatan Song dikategorikan sebagai pembunuhan dengan sengaja. Berdasarkan Pasal 232 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana China, pelaku pembunuhan dengan sengaja dapat dijatuhi hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling sedikit 10 tahun. Dalam keadaan yang dinilai lebih ringan, hukuman penjara bisa tiga hingga sepuluh tahun. Naskah sumber tidak menjelaskan putusan akhir yang dijatuhkan kepada Song.
Artikel Terkait
Perangkat Desa di Pekalongan Ditemukan Tewas dengan Luka di Wajah, Diduga Korban Pembunuhan
Perangkat Desa di Pekalongan Tewas di Sawah, Pelaku Pembunuhan Ditangkap
Pembunuhan Satu Keluarga di Palu: Ayah dan Anak Tewas, Istri Kritis
PNS Pemkab Cirebon Bunuh Tetangga Gegara Utang, Korban Ditikam Obeng