Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia pada Senin dini hari, menewaskan sedikitnya dua orang dan memicu kebakaran di sejumlah bangunan. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 276 drone sepanjang malam.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur strategis Rusia, termasuk sebuah terminal ekspor di wilayah Rostov serta fasilitas minyak di Yaroslavl dan Udmurtia. Dalam pernyataan di Facebook, ia menyebut serangan jarak jauh itu efektif dan berhasil menghantam sasaran yang berjarak hingga 1.300 kilometer dari perbatasan Ukraina.
"Semalam, serangan jarak jauh kita di wilayah Rostov terbukti efektif. Sebuah terminal ekspor, yang berjarak sekitar 250 kilometer dari garis depan, berhasil digempur," kata Zelensky. Ia menambahkan bahwa fasilitas minyak di Yaroslavl dan Udmurtia juga menjadi sasaran.
Namun, gubernur ketiga wilayah tersebut melaporkan adanya serangan drone, tetapi tidak menyebutkan kerusakan pada fasilitas minyak. Gubernur Rostov, Yuri Slyusar, melalui Telegram mengonfirmasi dua korban tewas: sepasang suami-istri di Rostov-on-Don. Serangan itu juga memicu kebakaran dan merusak sejumlah gedung, termasuk tempat penampungan tunawisma.
Artikel Terkait
Rusia dan Ukraina Kembali Bertukar 103 Tawanan Perang
Serangan Udara Rusia-Ukraina Tewaskan 19 Orang, Rusia Klaim Cegat 822 Drone
Ukraina Luncurkan 600 Drone ke Moskow, Satu Tewas dan Tiga Terluka
Mantan Mufti Ukraina: Jihad Bukan Kekerasan, tapi Perlindungan Kaum Lemah