Astra Otoparts Raup Laba Rp1,15 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 23%

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:50 WIB
Astra Otoparts Raup Laba Rp1,15 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 23%

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih sebesar Rp1,15 triliun pada semester I 2026, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp939,0 miliar. Kinerja ini menunjukkan ketangguhan perusahaan komponen kendaraan bagian dari Astra Group di tengah tantangan industri otomotif.

Pendapatan bersih konsolidasian mencapai Rp10,9 triliun pada Januari–Juni 2026, tumbuh 13,2 persen dari Rp9,6 triliun pada semester I 2025. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan segmen manufaktur maupun perdagangan.

Pada segmen manufaktur, peningkatan terjadi seiring naiknya permintaan komponen kendaraan dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), terutama untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara itu, segmen perdagangan ditopang oleh portofolio produk aftermarket yang semakin lengkap, permintaan domestik yang kuat melalui jaringan distribusi dan ritel, serta pertumbuhan ekspor.

Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan fundamental usaha perusahaan tetap kuat meski menghadapi tantangan eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan penambahan portofolio produk di segmen aftermarket agar kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Dari sisi operasional, pendapatan segmen manufaktur mencapai Rp5,6 triliun, naik 11,6 persen dari Rp5,0 triliun pada semester I 2025. Perusahaan terus memperluas basis pelanggan dengan memasok komponen kepada OEM baru dan mengembangkan komponen kendaraan listrik (xEV), termasuk general parts, specific parts, serta mesin pengisian daya melalui merek ALTRO. Diversifikasi bisnis juga dilakukan ke sektor nonotomotif, seperti alat kesehatan dan industri lainnya.

Segmen perdagangan mencatat pendapatan Rp5,3 triliun, meningkat 15,1 persen dibandingkan Rp4,6 triliun pada semester I 2025. Pertumbuhan ini ditopang permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat dan kontribusi ekspor.

Hingga akhir Juni 2026, Astra Otoparts didukung jaringan distribusi yang terdiri atas 49 diler utama dan 27 kantor penjualan, melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang, serta mengoperasikan 667 gerai ritel modern di Indonesia.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp23,9 triliun, meningkat 5,6 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp22,6 triliun. Total ekuitas tercatat Rp17,2 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang kuat untuk mendukung kegiatan usaha dan rencana ekspansi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags