Iran menolak proposal gencatan senjata yang disampaikan Amerika Serikat melalui Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi. Penolakan itu disampaikan langsung dalam pertemuan al-Zaidi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran.
Kunjungan al-Zaidi merupakan lawatan resmi pertamanya ke Iran sejak menjabat pada Mei. Sebelumnya, ia menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Menurut sejumlah sumber, Iran menolak proposal tersebut karena tidak mencakup penyelesaian isu Selat Hormuz. Bulan ini, kesepakatan damai antara Iran dan AS kolaps dan kedua negara kembali saling serang. Isu Selat Hormuz menjadi penyebab utama gagalnya gencatan senjata.
Teheran menekankan bahwa negaranya merupakan satu-satunya yang berhak mengendalikan Selat Hormuz. Sementara itu, AS mendorong agar semua kapal komersial dapat melintasi jalur maritim penting itu tanpa syarat.
Iran menyerang sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan Teheran. Sebagai balasannya, AS memblokade pelabuhan dan kapal Iran di perairan tersebut.
Dalam kunjungannya, al-Zaidi juga bertemu dengan pemimpin tim negosiator Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Artikel Terkait
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Disampaikan Lewat PM Irak
Iran Peringatkan Inggris Akan Tanggung Akibat Jika Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serangan
Iran Hentikan Tiga Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Satu Meledak
Trump Pertimbangkan Serangan Besar-besaran ke Iran