Staf Khusus Wakil Presiden RI Nico Harjanto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan ini krusial agar program unggulan pemerintah semakin tepat sasaran dan efektif.
“Kami mendukung penuh Kepala BGN Bapak Sudaryono dalam melakukan perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh,” kata Nico dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Ia menilai pembenahan yang dibarengi pemanfaatan teknologi andal akan meningkatkan akurasi penyaluran manfaat dan menekan potensi kebocoran anggaran. “Dengan tata kelola yang lebih baik dan didukung pemanfaatan teknologi yang andal, maka target sasaran MBG akan lebih tepat dan kebocoran anggaran bisa ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Nico juga menyoroti strategi pelaksanaan MBG yang difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pendekatan itu akan semakin efektif jika melibatkan pelaku usaha lokal dan masyarakat. “Apalagi dengan fokus eksekusi di daerah 3T dengan melibatkan UMKM lokal, kantin sekolah, hingga orang tua siswa/i, maka program MBG tentunya akan memiliki dampak sosial yang lebih terukur dan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Nico meyakini pembenahan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG juga berdampak positif pada persepsi pasar dan kondisi ekonomi nasional. Peningkatan akuntabilitas pelaksanaan program, kata dia, akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan fiskal pemerintah.
“Kami yakin, perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG akan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional, khususnya menyangkut disiplin fiskal yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Nico, meningkatnya kepercayaan publik berpotensi mendorong penguatan indikator ekonomi, termasuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah. “Ini tentu akan menjadi salah satu hal yang dapat mendorong tren penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah,” katanya.
Ia berharap ke depan MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga contoh penerapan tata kelola pemerintahan yang baik. “Kami berharap, MBG bisa menjadi salah satu contoh nyata penerapan tata kelola yang baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi, serta bisa menjadi mesin pendorong perekonomian daerah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Tiga Kepala Badan Gizi Nasional: Dari Akademisi, Wartawan, hingga Politikus
Kursi Wakil Menteri Pertanian Kosong, Istana Belum Bahas Pengganti
Daud Yordan Apresiasi Langkah Cepat Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN
Pemerintah Belum Bahas Pengganti Sudaryono di Kursi Wakil Menteri Pertanian