Nama TikToker Mondy Tatto kembali menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya seorang anak punk pengamen jalanan berinisial FA di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Penetapan tersangka terhadap Mondy disampaikan langsung oleh Kapolsek Cikarang Barat Komisaris Polisi Dimas Adhit Putranto. Dalam keterangannya, ia menyebut polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DD alias D dan DRA alias M,” kata Dimas, Kamis, 23 Juli 2026.
Penetapan status hukum tersebut membuat publik kembali mengingat perjalanan kontroversial perempuan yang sebelumnya sempat viral karena pengakuannya terkait dugaan pelecehan oleh pendakwah asal Malaysia, Ustaz Ebit Lew.
Dalam kasus terbaru, polisi menetapkan Mondy Tatto yang memiliki identitas DRA alias M bersama seorang pria berinisial DD sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama yang berujung pada meninggalnya korban.
Peristiwa itu terjadi di depan sebuah salon di Jalan KH Asnawi, Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Polisi kemudian menangkap kedua tersangka di Kampung Kaum Kalijeruk, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Selasa 14 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB dalam operasi yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat.
Pernah Heboh karena Pengakuan Dugaan Pelecehan
Jauh sebelum terseret kasus dugaan pembunuhan ini, Mondy Tatto sempat menjadi perhatian publik karena mengaku mengalami pelecehan saat berada di Malaysia.
Kala itu, mantan anak punk tersebut mengungkapkan pengalamannya dalam sebuah podcast di kanal YouTube CapriceOriginalFilms. Mondy mengaku mendapat perlakuan yang tidak pantas dari pendakwah asal Malaysia, Ustaz Ebit Lew.
Menurut pengakuannya, ia berangkat ke Malaysia untuk memperdalam ajaran agama Islam. Bahkan, sosok Ustaz Ebit Lew disebut menjadi salah satu figur yang menginspirasinya dalam proses berhijrah. Namun, Mondy mengaku justru mengalami pengalaman yang membuatnya kecewa.
“Malam itu aku duduk dan tidur karena ngantuk. (Tiba-tiba disuruh) bangun. (Ustaz Ebit Lew puji) kamu cantik sekali ya. Aku kan ada tato yang ini (pipi). Tato kamu cantik, mengusap pipi dan aku langsung menghindar,” ungkap Mondy Tatto, dikutip Kamis 23 Juli 2026.
Pengalaman tersebut membuat Mondy mengaku bingung dan takut karena merasa tindakan itu tidak seharusnya dilakukan oleh seseorang yang dihormatinya sebagai tokoh agama.
“Aku langsung berpikir dalam hati, 'Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?'. Aku takut. Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas,” ungkapnya lagi.
Mondy juga mengklaim bahwa dugaan perlakuan tersebut tidak berhenti sampai di situ.
“Memang dia baik. Tapi ketika di dalam mobil, di dalam kereta, dia mau cium aku, pegang tangan aku, usap-usap pipiku. Itu baru hari pertama, bagaimana hari ke depannya selama aku di Malaysia. Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan nanti kan,” tambahnya.
Berujung Laporan Polisi
Pengakuan Mondy Tato tersebut sempat viral dan memicu perdebatan luas di media sosial. Di sisi lain, Ustaz Ebit Lew membantah tudingan tersebut dan merasa nama baiknya telah dicemarkan.
Melalui akun Instagram pribadinya saat itu, Ustaz Ebit Lew memperlihatkan dirinya berada di kantor polisi sambil membawa dokumen laporan. Ia menyatakan telah menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kronologi Dugaan Penganiayaan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden pembunuhan terbaru bermula pada Jumat 26 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB saat korban FA sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya di depan sebuah salon.
Tak lama kemudian, DD datang bersama Mondy Tato menggunakan sepeda motor milik DRA. Korban diketahui berniat meminjam kendaraan tersebut. Permintaan itu diduga memicu pertengkaran hingga berujung adu mulut antara korban dan DD.
Perselisihan kemudian berubah menjadi perkelahian. Keduanya saling pukul dan sempat bergulat di jalan meski warga sekitar berupaya melerai. Dalam proses penyidikan, polisi menduga Mondy Tato turut melakukan pemukulan terhadap korban.
Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kepala korban juga diduga sempat dibenturkan ke sebuah kendaraan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Usai perkelahian berhasil dihentikan, korban dibawa pulang oleh teman-temannya menggunakan sepeda motor. Namun, berdasarkan laporan kepolisian, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Penyidik masih terus mendalami hubungan antara dugaan penganiayaan tersebut dengan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya. Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sebuah flashdisk yang diduga berisi data berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Korban Pembunuhan di Bekasi Sempat Pacaran dengan Tersangka Pengeroyokan
Mondy Tatto Jadi Tersangka Pengeroyokan, Diduga Pertama Kali Jambak Korban
Mondy Tatto Ditetapkan sebagai Tersangka Pengeroyokan, Terancam 4 Tahun Penjara
Pengeroyokan hingga Tewas, TikToker Mondy Tatto Jadi Tersangka