PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan Pesantren dalam Ijtima Ulama

- Kamis, 23 Juli 2026 | 20:00 WIB
PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan Pesantren dalam Ijtima Ulama

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Ijtima Ulama Indonesia menjelang puncak perayaan Hari Lahir ke-28 PKB. Acara yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026) itu menghasilkan empat poin utama, salah satunya menyoroti ketimpangan alokasi anggaran pendidikan untuk pesantren.

Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Saifullah Ma'shum mengungkapkan bahwa dana pendidikan yang dialokasikan untuk pesantren dan lembaga keagamaan jauh lebih minim dibandingkan sekolah umum. "Sebagian besar untuk pendidikan umum di bawah Kementerian Dikbud, Diknas, Kemendikdasmen. Untuk Kementerian Agama itu sangat minim sekali," ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Ijtima Ulama juga membahas dinamika kehidupan berbangsa, bernegara, dan kemasyarakatan. Saifullah menyebut bahwa kondisi pesantren belakangan kerap mendapat stigma buruk dari masyarakat, sehingga perlu ada perhatian lebih.

Poin lainnya adalah dukungan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai telah sesuai konstitusi untuk memberdayakan masyarakat. Namun, kesiapan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama. "Pada penerapannya masih ada persoalan terutama di tata kelola atau kesiapan SDM yang belum disiapkan dengan sesungguhnya, sehingga di sana sini terjadi deviasi, distorsi, maupun ketidaksesuaian dengan yang direncanakan oleh bapak presiden," kata Saifullah.

Ia menambahkan, Ijtima mendorong agar program besar pemerintah dievaluasi secara ketat dan dibuka ruang partisipasi publik. "Karena ini program besar yang mengalokasikan anggaran besar dan punya efek sosial ekonomi yang sangat besar, harus dibuka ruang sebesar-besarnya untuk partisipasi publik, evaluasi, monitoring, dan pengawasan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq memperkenalkan wadah bernama Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat (Masura) yang digagas PKB. Masura difungsikan sebagai forum bagi para pemuka agama untuk menyampaikan beragam persoalan. "Jadi kiai-kiai kampung nanti dia boleh cerita apapun yang terjadi, lalu apa yang dilakukan oleh PKB, apa kendalanya, dan lain sebagainya, termasuk keputusan Ijtima ini," ucap Maman.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags