Pramono Anung Tuai Pujian, Netizen Soroti Gaya Kepemimpinan dan Program Kerja

- Kamis, 23 Juli 2026 | 16:40 WIB
Pramono Anung Tuai Pujian, Netizen Soroti Gaya Kepemimpinan dan Program Kerja

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan atas kinerjanya dalam memimpin ibu kota. Pujian itu disampaikan oleh pengamat politik Hasyim Muhammad melalui akun media sosialnya, yang mengaku terkesan dengan pemikiran dan eksekusi program-program Pramono.

"Saya terus terang tidak menyangka Pramono Anung sebagus ini pemikirannya. Dan bukan hanya pemikiran, tapi dia laksanakan," tulis Hasyim dalam unggahannya. Ia juga mengakui sebelumnya tidak berharap Pramono memimpin Jakarta, namun kini menilai kinerjanya patut diacungi jempol. "Kalau memang dia hebat, ya saya pasti katakan dia hebat. Bisa jadi capres andalan juga kalau hebat seperti ini," lanjutnya.

Unggahan Hasyim itu memicu beragam reaksi warganet. Seorang pengguna dengan akun @dicky_tinton memuji pendekatan Pramono yang dinilai mampu menghapus ego sektoral. "Keren juga ya, memang yang dibutuhkan dalam persamaan persepsi demi masa depan yang lebih baik adalah penghapusan ego sektoral... dalam hal apa pun itu. Makanya diperlukan model-model pemimpin seperti ini yang mau meneruskan dan memperbaiki yang masih kurang sempurna. Semoga saja partainya mau..." tulisnya.

Warganet lain, @EdiHermand, membandingkan gaya kepemimpinan Pramono dengan gubernur sebelumnya. "Dari paparannya jelas karya beliau proven. Dan beliau tidak suka pencitraan seperti gubernur Ono. Saya lebih ngefans sama Mas Pram ketimbang KDM," ungkapnya.

Sementara itu, seorang pengguna dengan akun @agharyakashva menyoroti perbedaan gaya kepemimpinan antara Pramono dan Prabowo. "Dan Prabowo semakin tidak malu-malu memamerkan egonya, semua harus serba baru, serba sentralisasi, serba seragam," tulisnya, tanpa memberikan konteks lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pramono Anung maupun pihak terkait lainnya mengenai berbagai komentar tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags