Pergantian Kepala BGN Dinilai Tak Ubah Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

- Kamis, 23 Juli 2026 | 10:50 WIB
Pergantian Kepala BGN Dinilai Tak Ubah Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

Koalisi Masyarakat Sipil menilai pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak membawa perubahan berarti pada tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah. Jabatan yang kini dipegang Sudaryono, orang dekat Presiden Prabowo Subianto sekaligus politisi Partai Gerindra, dianggap masih sarat kepentingan politik.

Anggota Koalisi MBG Watch dari Transparency International Indonesia, Agus Sarwono, mengatakan masalah mendasar tata kelola MBG saat ini mencakup transparansi, akuntabilitas, dan kesesuaian dengan tujuan awal. "Penunjukan Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia sebagai Kepala BGN justru menunjukkan bahwa pemerintah sedang menormalisasi konflik kepentingan dalam pengelolaan program publik bernilai besar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

MBG Watch juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG yang menunjukkan lemahnya sistem pengawasan. Menurut koalisi, persoalan tidak hanya berkaitan dengan individu, melainkan juga desain kelembagaan BGN yang rentan terhadap konflik kepentingan.

Di sisi lain, Sudaryono yang baru dilantik mengaku telah menyiapkan terobosan untuk program prioritas pemerintah tersebut. Mantan Wakil Menteri Pertanian itu mengibaratkan MBG sebagai "Pacman" karakter permainan video yang terus memakan objek di lintasannya untuk menggambarkan besarnya kebutuhan pangan yang akan diserap program. "Saya selalu mengatakan bahwa MBG makan bergizi gratis ini seperti Pacman. Dia emerging market, punya besaran konsumsi yang cukup besar," kata Sudaryono.

Menurutnya, daya serap MBG akan menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian sehingga mengurangi risiko produksi petani dan peternak tidak terserap. "Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.

Sudaryono juga menyoroti kondisi internal BGN setelah muncul perkara dugaan korupsi tata kelola program. Ia mengakui terdapat persoalan dan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya yang perlu dibenahi. "Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," katanya.

Ia menegaskan pembenahan BGN merupakan kerja bersama, bukan tanggung jawab satu orang. "Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah super tim," tegasnya. Sudaryono akan bekerja bersama seluruh jajaran, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang direncanakan menjadi wakil kepala BGN.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags