Walt Disney Company kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan memberhentikan ratusan karyawan di berbagai unit bisnisnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perampingan organisasi untuk menekan pengeluaran.
Seorang juru bicara Disney mengonfirmasi bahwa pemangkasan terjadi di sejumlah divisi, termasuk Disney Entertainment Television, ESPN, dan studio-studio film. Pixar, studio animasi di balik film Toy Story dan Inside Out, menjadi salah satu yang paling terdampak. Menurut laporan Los Angeles Times, hampir 10 persen dari sekitar 1.100 karyawan Pixar diberhentikan.
Di Disney Entertainment Television, National Geographic menjadi merek yang paling terpukul. Situs Deadline melaporkan hingga 100 pekerja dipangkas di seluruh grup televisi tersebut. Sementara itu, PHK di ESPN sebagian besar terkait dengan integrasi aset NFL Network oleh jaringan olahraga itu.
Pada tahun fiskal terakhir, Disney memiliki sekitar 231.000 karyawan di seluruh dunia, termasuk 172.000 di Amerika Serikat. Pemangkasan ini merupakan putaran ketiga tahun ini. Sebelumnya, pada Januari, Disney merombak divisi pemasaran, dan pada April, perusahaan menghilangkan sekitar 1.000 posisi di berbagai unit.
Menariknya, PHK di Pixar terjadi meski pendapatan box office tahun ini meningkat. Toy Story 5 yang dirilis bulan lalu meraup lebih dari USD957 juta di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Samsung PHK Ratusan Karyawan di AS Imbas Relokasi Kantor Pusat ke Texas
Kemnaker Catat 32.389 Buruh Kena PHK hingga Juni 2026, Jawa Barat Tertinggi
Komisi IX Dorong Pekerja Korban PHK Jadi Prioritas Penempatan PMI
Allianz PHK 1.800 Karyawan, AI Gantikan Peran Call Center