Laboratorium Forensik Polda Sumut akan melakukan uji kebocoran pipa gas di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia, Medan, yang meledak pada Senin (20/7) lalu. Ledakan itu menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.
Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan, timnya akan memulai leak test pada Rabu (22/7) untuk memastikan titik kebocoran. "Besok kita akan lakukan juga leak test dulu ya, uji kebocorannya untuk memastikan memang di sini bocor. Lalu nanti kita akan bongkar untuk memastikan di pipa mana," ujarnya di lokasi.
Roy mengakui, menentukan titik kebocoran tidak mudah karena pipa gas tertanam di dalam tembok. "Jadi makanya kita akan coba, kalau memastikan ini kan tidak mudah karena dia ada semua di dalam tembok. Itu kesulitannya yang harus kita lakukan besok," katanya.
Kerusakan paling parah akibat ledakan terjadi di lantai 2. Namun, hal itu tidak otomatis menunjukkan sumber kebocoran ada di lantai tersebut. Gas metana bersifat naik ke atas, sehingga kebocoran bisa berasal dari lantai 1 lalu gas naik melalui void. Konsentrasi gas yang lebih besar di lantai 2 menyebabkan ledakan lebih dahsyat di sana.
Polisi belum bisa memastikan pemicu ledakan. Namun, disebutkan ada dupa di dalam rumah yang bisa menjadi penyebab. Dugaan sementara, ledakan dipicu kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah perumahan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Tujuh orang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi.
Artikel Terkait
Ledakan di Grand Polonia Medan Dipastikan Akibat Kebocoran Gas, Bukan Bom
Ledakan Rumah Mewah di Medan Dipicu Kebocoran Gas Metana, Tiga Tewas
Polisi Ungkap Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan Akibat Detonasi Gas Metana
Nenek di Kursi Roda Jadi Korban Jambret saat Berjemur, Pelaku Satpam Residivis