Surya Paloh Buka Suara soal RUU Pemilu: Siap Model Apa pun Asal Sportif

- Rabu, 22 Juli 2026 | 23:00 WIB
Surya Paloh Buka Suara soal RUU Pemilu: Siap Model Apa pun Asal Sportif

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, buka suara mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlangsung. Ia mengaku tidak mempermasalahkan model atau sistem pemilu apa pun, selama kompetisi berjalan sportif.

"Saya pikir (RUU Pemilu) ini masalah waktu saja barangkali, yang sedang mereka persiapkan sedemikian rupa. Kalau saya tidak salah, itu kan posisinya ada di Komisi II DPR RI. Nah, itu sedang dalam pembahasan ke arah sana," kata Surya Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Paloh menegaskan, dirinya tak mempermasalahkan model maupun sistem pemilu nantinya. "Mengenai masalah tahapan pemilu, model, sistem, waktu, apakah tetap seperti apa yang pernah kita miliki, atau ada perubahan-perubahan, dan sebagainya," imbuh dia.

Menurutnya, hal terpenting dari RUU Pemilu adalah kemampuannya meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu. Ia berharap Pemilu 2029 mendatang dapat berlangsung lebih demokratis.

"Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Itu yang paling pokok. Bukan hanya persyaratan legalitas formal bahwa kita menghasilkan pemilu, tetapi esensi yang kita peroleh dari pemilu ini adalah membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di negeri ini," ujar Paloh.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurut Paloh, kompetisi politik akan menjadi sia-sia jika tidak digelar secara sportif oleh para peserta maupun penyelenggara.

"Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun, apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?" tutur Paloh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags