Mardani Ali Sera Sebut Surya Paloh Bijak soal Model Pemilu 2029

- Jumat, 24 Juli 2026 | 08:45 WIB
Mardani Ali Sera Sebut Surya Paloh Bijak soal Model Pemilu 2029

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang tidak mempersoalkan model Pemilu 2029 selama berlangsung sportif. Mardani menilai Surya Paloh sebagai sosok yang bijak.

"Pak SP (Surya Paloh) orang bijak. Beliau sudah banyak makan asam garam pengalaman dalam dunia politik. Sebagian besar malah mengorbankan ekonominya," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Menurut Mardani, pendapat Surya Paloh memiliki makna mendalam tentang integritas, kejujuran, dan kedewasaan dalam berpolitik. Ia menilai orang-orang berjiwa besar seperti itulah yang bisa membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Pernyataan Pak SP jadi pengingat untuk semua bahwa di atas aturan ada moral, ada etika, dan ada kejujuran," ucapnya.

Surya Paloh sebelumnya merespons pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlanjut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan model pemilihan atau sistem pemilu mendatang, selama kompetisi berlangsung secara sportif.

Menurut Paloh, hal terpenting dari RUU Pemilu adalah kemampuannya meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu. Selain itu, ia berharap Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih demokratis.

"Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Itu yang paling pokok. Bukan hanya persyaratan legalitas formal bahwa kita menghasilkan pemilu, tetapi esensi yang kita peroleh dari pemilu ini adalah membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di negeri ini," ujar Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7).

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurut Paloh, sebuah kompetisi politik akan menjadi sia-sia jika tidak digelar secara sportif oleh para peserta maupun penyelenggara.

"Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun, apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?" tutur Paloh.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags