PAN Sepakat dengan NasDem: Pemilu 2029 Harus Sportif dan Substantif

- Jumat, 24 Juli 2026 | 05:55 WIB
PAN Sepakat dengan NasDem: Pemilu 2029 Harus Sportif dan Substantif

Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, menyatakan sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang tidak mempermasalahkan model Pemilu 2029 selama berlangsung sportif. Saleh menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh hanya prosedural, melainkan harus substantif.

"Pak Surya Paloh benar. Semua pasti ingin berkompetisi dengan baik dan jujur. Demokrasinya jangan hanya prosedural, tetapi harus substansial," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (24/7/2026). Ia menambahkan, "Sportivitas dan peningkatan hasil kualitas pemilu adalah idaman semua pihak."

Menurut Saleh, seluruh peserta pemilu pasti mengarahkan pikiran dan tenaganya untuk mewujudkan sportivitas dan hasil yang berkualitas. Ia meyakini semua partai politik sudah memiliki aspirasi untuk menyempurnakan peraturan pemilu yang ada saat ini.

Selain itu, Saleh menekankan bahwa masyarakat juga memiliki kepentingan dalam menciptakan pemilu yang jujur dan baik. Hasil pemilu yang berkualitas, kata dia, menjadi jaminan keberlanjutan kepemimpinan yang baik. "Karena itu, masyarakat dan ormas diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan UU Pemilu," ucapnya.

Dalam Pemilu 2029, Saleh berharap semua partai yang lolos diperlakukan sama, tanpa ada yang ditinggalkan. Ruang partisipasi harus dibuka dengan besaran yang sama, dan aturan hukum harus diimplementasikan secara adil dan merata. "Itu yang harus kita jaga secara bersama. Partai-partai yang ada saat ini harus memastikan itu sejak pembahasan UU Pemilu. Berpikir jangan hanya kepentingan sesaat, tetapi letakkan dasar-dasar negara demokrasi maju untuk masa depan bangsa dan negara," ujarnya.

Pernyataan Surya Paloh

Sebelumnya, Surya Paloh merespons pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlanjut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan model pemilihan atau sistem pemilu mendatang, selama kompetisi berlangsung sportif. "Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?" tutur Paloh.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags