Wamentan Sudaryono Dikonfirmasi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Gantikan Nanik yang Mundur karena Sakit

- Rabu, 22 Juli 2026 | 13:40 WIB
Wamentan Sudaryono Dikonfirmasi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Gantikan Nanik yang Mundur karena Sakit

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengonfirmasi dirinya ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri. Pelantikan dijadwalkan berlangsung Rabu (22/7/2026) sore.

Sudaryono mengaku mendapat kabar tersebut melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. "Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan kepala BGN)," kata Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta Selatan.

Dia menambahkan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga telah mengumumkan secara resmi penunjukannya. "Dan tadi juga Pak Mensesneg sudah memberikan keterangan pers bahwa saya ditunjuk oleh Presiden untuk kemudian menggantikan Bu Nanik yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo telah menunjuk Sudaryono. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah Nanik mengajukan pengunduran diri. "Presiden memutuskan mengganti Kepala BGN adalah beliau Pak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan pengganti. Ia menilai proses mencari sosok yang tepat untuk memimpin BGN bukanlah perkara mudah. "Ada dinamika baru di mana Kepala BGN mengundurkan diri. Sekali lagi, bukan suatu yang mudah mencari pengganti," ujarnya.

Kabar pergantian pucuk pimpinan BGN sebelumnya beredar setelah Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun media sosial. Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa dia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. "Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Dia menegaskan, keputusan itu bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua. "Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tuturnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags