Perdana Menteri Inggris Andy Burnham berjanji merombak ekonomi setelah resmi dilantik sebagai pemimpin baru negara tersebut pada Senin (20/7/2026). Ia menggantikan Keir Starmer yang juga berasal dari Partai Buruh.
Burnham dijadwalkan mengumumkan langkah-langkah untuk meringankan biaya hidup pekan ini. Rencana ekonomi jangka panjang yang lebih komprehensif akan digodok dan diumumkan pada akhir tahun.
Pria yang menjadi perdana menteri ketujuh sejak 2016 ini mewarisi ekonomi yang rapuh dari pendahulunya. Kondisi itu tertekan dampak Brexit, pandemi, serta gejolak perdagangan dan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir.
"Kita belum cukup baik, dan kita perlu menjadi lebih baik," kata Burnham setelah menerima tawaran Raja Charles untuk membentuk pemerintahan baru.
Meski menjanjikan banyak perubahan, para investor memperkirakan ruang gerak Burnham akan sangat terbatas. Reaksi pasar tenang seusai pelantikannya.
"Premi risiko di pasar obligasi tampak terkendali. Sebagian besar investor yang saya ajak bicara tidak mengharapkan dia untuk membuat perubahan besar tahun ini," kata Ekonom ING James Smith.
Smith menambahkan, ambisi Burnham terkait perumahan sosial dan nasionalisasi dibatasi oleh komitmen terhadap kebijakan fiskal yang relatif ketat, serta janji untuk tidak menaikkan pajak secara besar-besaran.
Artikel Terkait
Peternak Inggris Beralih ke Pertanian Regeneratif untuk Lawan Kekeringan
PM Inggris Andy Burnham Tertipu Pesan Palsu dari Oknum yang Mengaku Staf Trump
Dua Kereta Tergelincir dalam Sehari, Inggris Pastikan Jaringan Rel Tetap Aman
Burnham Canangkan Aturan Baru untuk Basmi Jebakan Langganan dan Diskon Menyesatkan