Dua insiden kereta tergelincir terjadi di Inggris dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Peristiwa terbaru terjadi di dekat Wickford, Essex, pada Jumat (14/8), sehari setelah sebuah kereta komuter yang mengangkut 150 penumpang keluar rel di dekat kota Lewes.
Dalam kecelakaan pertama, tiga gerbong kereta keluar rel pada Kamis (13/8). Polisi melaporkan dua orang mengalami luka parah, sementara 18 lainnya dirawat karena cedera yang tidak terlalu serius. Adapun insiden kedua, menurut Departemen Transportasi Inggris, tidak ada penumpang yang terluka.
Kecelakaan kereta api yang mengakibatkan korban jiwa memang tergolong jarang terjadi di Inggris. Namun, dua kejadian beruntun ini memicu kekhawatiran publik. Badan Investigasi Kecelakaan Kereta Api (RAIB) kini menyelidiki kedua insiden yang terjadi di tengah cuaca sangat panas tersebut.
Jaminan Keamanan
Martin Frobisher dari Network Rail, perusahaan pengelola jalur kereta api Inggris, angkat bicara untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. "Saya memahami bahwa masyarakat akan merasa khawatir mendengar kabar mengenai dua insiden tergelincirnya kereta penumpang dalam waktu yang berdekatan," ujarnya, Sabtu (15/8).
"Saya ingin meyakinkan mereka bahwa jaringan kereta api Inggris tetap menjadi salah satu yang paling aman di dunia, dan keselamatan senantiasa menjadi prioritas utama kami dalam operasional kereta api," tambahnya.
Frobisher mencatat bahwa cuaca panas dan kering ekstrem musim panas ini telah menghadirkan tantangan luar biasa bagi layanan kereta api. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden-insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan RAIB dan Network Rail akan menelaah semua kemungkinan penyebab dan faktor yang terlibat.
Artikel Terkait
Peternak Inggris Beralih ke Pertanian Regeneratif untuk Lawan Kekeringan
Pemerintah Inggris Siapkan Aturan Baru untuk Memberantas Jebakan Langganan
Dari Baghdad ke Oxford: Jejak Peradaban Islam dalam Tradisi Akademik Inggris
Tabungan Rumah Tangga Inggris Menipis, Belanja Konsumen Tetap Jadi Penopang Ekonomi