Peternak Inggris Beralih ke Pertanian Regeneratif untuk Lawan Kekeringan

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Peternak Inggris Beralih ke Pertanian Regeneratif untuk Lawan Kekeringan

Musim kemarau ekstrem yang melanda Inggris mendorong sejumlah peternak mengubah cara menanam rumput untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Salah satunya Sam Squier, peternak sapi di Inggris tenggara, yang berhasil mempertahankan padang rumput tetap hijau di tengah kekeringan.

Lahan peternakan Squier seluas hampir 200 hektare di dekat Chelmsford tetap subur meski wilayah di sekitarnya berubah kecokelatan akibat minimnya curah hujan. Sapi Aberdeen Angus miliknya masih bisa meragut di padang rumput herbal yang ditanami campuran rumput, tumbuhan berakar dalam, dan kacang-kacangan.

"Tahun ini adalah bukti apa yang bisa Anda lakukan di tahun yang kering," kata Squier kepada Reuters.

Squier menerapkan metode pertanian regeneratif yang bertujuan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pakan tambahan.

Sapi dipindahkan secara rutin ke area kecil untuk merumput dan menginjak tumbuhan. Pola tersebut membantu membentuk lapisan pelindung tanah, sementara kotoran ternak mengembalikan nutrisi ke tanah. Squier bahkan mengaku tidak perlu membeli pakan musim dingin selama delapan tahun terakhir.

Bagi petani Inggris lainnya, Andy Gray, pertanian regeneratif juga menunjukkan manfaat dalam menjaga kelembapan dan suhu tanah. Ia mencatat suhu tanah di lahan yang ditutupi tanaman semanggi sekitar 32 derajat Celsius, sementara tanah terbuka di dekatnya mencapai 51 derajat Celsius.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags