Tabungan Kelas Menengah Melambat, Rekening Rp5 Miliar Justru Melonjak

- Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB
Tabungan Kelas Menengah Melambat, Rekening Rp5 Miliar Justru Melonjak

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan tabungan masyarakat kelas menengah melambat dalam tiga bulan terakhir. Di sisi lain, jumlah rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar justru meningkat signifikan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan perlambatan itu terlihat dari perkembangan tabungan beberapa bulan terakhir. Namun, secara tahunan, tren simpanan masyarakat masih bergerak positif.

"Saya hanya memotret saja bahwa jumlah nominal jumlah rekening naik, itu saja khususnya year-on-year. Memang tiga bulan terakhir itu ada perlambatan, tetap naik," ujar Anggito selepas rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Anggito belum merinci besaran perlambatan yang terjadi. Ia menjelaskan salah satu penyebabnya berasal dari semakin sedikitnya masyarakat usia produktif (15-69 tahun) yang belum memiliki rekening perbankan.

Menurut data yang dipantau LPS, jumlah penduduk yang belum memiliki rekening kini tinggal sekitar 15 juta orang. Angka itu terus berkurang sekitar 2 juta orang setiap tahun, sehingga semakin banyak masyarakat telah menggunakan layanan perbankan untuk aktivitas ekonomi.

"Jumlah penduduk yang tidak punya rekening semakin kecil sekarang. Kan setiap tahun saya monitor, turun sekitar 2 jutaan. Sekarang tinggal 15 juta. Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif, itu masih semakin banyak setahun terakhir ini," tambahnya.

Sementara itu, ia turut menyoroti tren berbeda pada kelompok nasabah dengan simpanan besar. Rekening yang memiliki saldo di atas Rp5 miliar justru mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan kelompok simpanan lainnya.

"Sampai yang paling tinggi, yang paling besar, Rp5 miliar itu naiknya tinggi sekali. Potretnya mengatakan bahwa jumlah nominal, jumlah rekening naik," kata dia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags