Richemont SA, perusahaan barang mewah asal Swiss yang menaungi merek-merek seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels, mencatat pertumbuhan penjualan 20 persen pada kuartal kedua tahun ini. Nilai penjualan mencapai 6,3 miliar euro atau setara Rp129,54 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh pasar Jepang dan Amerika Serikat. Penjualan di Jepang melonjak 36 persen secara tahunan, sementara di AS tumbuh 27 persen. Hampir semua pasar mencatat pertumbuhan di atas 10 persen, kecuali Timur Tengah yang hanya tumbuh 3 persen. Pasar Timur Tengah disebut mulai pulih setelah sebelumnya tertekan konflik Iran-AS.
Kinerja Richemont melampaui ekspektasi analis dan mengungguli kompetitor utamanya, LVMH. Pertumbuhan penjualan dobel digit di segmen perhiasan termasuk Cartier dan Van Cleef berlangsung selama tujuh kuartal berturut-turut. Sebaliknya, permintaan terhadap produk fashion LVMH seperti tas dan sepatu justru stagnan.
Secara rinci, segmen perhiasan mewah Richemont tumbuh 24 persen secara organik. Segmen jam tangan naik 8 persen, dan segmen fashion tumbuh 9 persen. Capaian ini meningkatkan optimisme investor bahwa permintaan barang mewah kembali menguat setelah dua tahun mengalami penurunan.