Frank Hutapea, putra sulung pengacara kondang Hotman Paris, mengaku sudah setahun tidak berkomunikasi dengan ayahnya. Ia bahkan memilih membuka kantor sendiri setelah merasa pisah jalan dengan sang ayah yang kini membela mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Kekecewaan Frank terungkap lewat unggahan di Instagram Story pada Jumat (17/7/2026). Ia menuding Hotman Paris kerap melakukan pencitraan di depan publik dan menjadikan kepedulian terhadap rakyat miskin sebagai strategi marketing.
"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli, dia cuma peduli sama perhatian)," tulis Frank.
Frank yang juga berprofesi sebagai pengacara itu bahkan menyarankan agar lembaga bantuan hukum milik Hotman Paris dibubarkan. "Tutup aja ini Instagram pengais keadilan. Marketing ala ala buat jualan alcohol di holywings," kritiknya.
Aksi blak-blakan Frank menuai respons dari warganet. Salah satu netizen bertanya mengapa ia tidak menyampaikan langsung kepada ayahnya. Menjawab pertanyaan itu, Frank justru membeberkan kondisi keluarganya yang retak.
"Sudah udah 1 tahun gak omongan," jawab Frank. Ia menambahkan, "Sudah pisah jalan. Makanya buka kantor sendiri."
Tak sedikit publik yang mengaku salut dan mendukung Frank karena berani speak up mengkritik keputusan sang ayah.
Sebagai informasi, Hotman Paris kini tengah menjadi sorotan karena membela Febrie Adriansyah yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hotman menyebut Febrie adalah korban kriminalisasi, padahal ia merupakan orang yang dibanggakan Presiden Prabowo.
"Bayangkan, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden," kata Hotman, Senin (20/7/2026).
Hotman juga mengeklaim Febrie memiliki rekam jejak gemilang di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berhasil memulihkan aset Rp300 triliun dan mengembalikan kerugian negara Rp130 triliun dalam setahun. Ia pun menantang awak media untuk mengonfirmasi langsung ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal izin Presiden sebelum penyidikan terhadap Febrie dilakukan.
Artikel Terkait
Polri Pastikan Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah Sah Secara Hukum
Kejagung: Trading in Influence Bukan Pasal, tapi Modus Dugaan Korupsi Jampidsus
Bareskrim: Penggeledahan dan Penyitaan di Kasus Febrie Sesuai Prosedur
Kejagung Nilai Eks Jampidsus Febrie Tak Sesuai Fakta Saat Diperiksa