BP BUMN: Restrukturisasi Waskita Karya Harus Tuntas Sebelum Garap Proyek Tol Baru

- Minggu, 19 Juli 2026 | 20:50 WIB
BP BUMN: Restrukturisasi Waskita Karya Harus Tuntas Sebelum Garap Proyek Tol Baru

PT Waskita Karya (Persero) Tbk diminta menyelesaikan restrukturisasi secara menyeluruh sebelum kembali mengembangkan bisnis jalan tol. Langkah itu ditempuh untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan agar lebih berkelanjutan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan restrukturisasi tidak boleh berhenti pada upaya memperpanjang jatuh tempo kewajiban. Proses penyehatan harus menghasilkan solusi yang membuat perusahaan berdiri dengan kondisi keuangan yang lebih kuat.

“Restrukturisasi PT Waskita Karya Tbk bukan sekadar memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada. Proses penyehatan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan solusi permanen bagi keberlanjutan perusahaan,” ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

BP BUMN dan Danantara mengarahkan Waskita untuk memperkuat bisnis jalan tol dengan struktur keuangan yang lebih sehat. Kondisi itu menjadi syarat utama sebelum perusahaan kembali melakukan ekspansi maupun mencari sumber pendanaan baru.

Selain memperbaiki kondisi jangka pendek, restrukturisasi juga diarahkan untuk membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko keuangan yang berpotensi muncul di masa mendatang.

Dony menilai karakter bisnis jalan tol memiliki siklus investasi jangka panjang sehingga membutuhkan fondasi keuangan yang kuat. Karena itu, kesehatan perusahaan harus menjadi prioritas sebelum menjalankan agenda pengembangan usaha berikutnya.

“Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada pengelolaan bisnis jalan tol dengan struktur keuangan yang sehat dan kemampuan memenuhi kewajiban secara mandiri,” ungkapnya.

“Dengan karakteristik bisnis jalan tol yang berjangka panjang, perusahaan harus terlebih dahulu dipastikan berada dalam kondisi sehat sebelum menjalankan agenda pengembangan berikutnya,” ujar Dony.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags