Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis dengan Fokus pada Nilai Berkelanjutan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 09:50 WIB
Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis dengan Fokus pada Nilai Berkelanjutan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin menggeser strategi bisnisnya dari pertumbuhan berbasis infrastruktur menuju penciptaan nilai yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia dan bertujuan agar aset, layanan, serta jaringan jalan tol yang dikelola tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, pengguna jalan, investor, dan negara.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan transformasi menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing perusahaan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, dan peningkatan kualitas pelayanan. "Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Pergeseran orientasi ini diperkuat dengan perubahan paradigma dari infrastruktur sebagai struktur menjadi infrastruktur sebagai budaya, atau yang disebut infraculture. Melalui pendekatan ini, Jasa Marga tidak hanya membangun dan mengoperasikan jalan tol, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan. "Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun," jelas Rivan.

Saat ini, Jasa Marga menguasai 42% pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi, atau sepanjang 1.294 km. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 km dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Skala pengelolaan ini mendorong Jasa Marga memperkuat pengalaman pelanggan dalam seluruh proses bisnis, diwujudkan melalui pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, dan penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

Salah satu implementasinya adalah Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, dan pengambilan keputusan secara real-time. Kehadiran JMTC berdampak langsung bagi pengguna jalan karena seluruh kondisi dan data lalu lintas di lajur tol telah terintegrasi secara menyeluruh.

Inovasi Digital dan Apresiasi Pakar

Akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi mengapresiasi langkah Jasa Marga dalam mengembangkan command center untuk meningkatkan layanan digital. "Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," jelasnya saat menjadi narasumber dalam acara Expert Sharing Session di JMTC, Rabu (1/7).

Praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali juga menyampaikan apresiasi terkait inovasi Jasa Marga dalam mendorong pengalaman pelanggan melalui aplikasi Travoy. Aplikasi ini memungkinkan pengguna jalan mengakses informasi yang dikelola JMTC dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada Juli 2027 lebih dari 130 ribu. "Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy," ujar Prof. Rhenald.

Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133. Inovasi ini meraih predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025. Rivan juga mengungkapkan bahwa Jasa Marga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha. "Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol," ucapnya.

Kinerja Keuangan Positif dan Proyek Strategis

Transformasi tersebut ditopang oleh kinerja keuangan positif pada Kuartal I 2026. Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun, tumbuh 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pendapatan Tol berkontribusi Rp4,7 triliun dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar, masing-masing naik 9,4% dan 24,4%. EBITDA tercatat Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% year-on-year dengan margin EBITDA 66,1%.

Perusahaan juga melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, meliputi Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Empat ruas di antaranya, selain Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif pada periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung mobilitas masyarakat. Pengoperasian ini memberikan alternatif rute baru, memangkas waktu tempuh, dan mempermudah akses menuju pariwisata daerah, serta menggerakkan perekonomian di sekitar koridor tol.

Rivan menegaskan bahwa setiap kilometer jalan tol harus menghadirkan perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman, meningkatkan konektivitas, mempermudah distribusi logistik, membuka akses pertumbuhan wilayah, mendukung pariwisata, dan memperkuat daya saing nasional. "Inilah ukuran keberhasilan transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan," tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags