Jasa Marga Catat 1,3 Juta Pengunduh Aplikasi Travoy, Perkuat Layanan Digital Jalan Tol

- Kamis, 16 Juli 2026 | 07:06 WIB
Jasa Marga Catat 1,3 Juta Pengunduh Aplikasi Travoy, Perkuat Layanan Digital Jalan Tol

Aplikasi Travoy besutan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali hingga awal Juli 2026. Aplikasi ini menjadi andalan perseroan dalam memperkuat layanan digital sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna jalan tol.

Pengembangan Travoy merupakan bagian dari transformasi bisnis Jasa Marga yang kini berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan, selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Melalui strategi tersebut, Jasa Marga mengakselerasi pergeseran dari orientasi pertumbuhan berbasis pembangunan infrastruktur menuju penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan transformasi menjadi fondasi perusahaan dalam memperkuat daya saing melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.

"Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer," ujar Rivan dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Menurutnya, perubahan tersebut juga diperkuat melalui paradigma infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Dengan pendekatan ini, Jasa Marga tidak hanya membangun dan mengoperasikan jalan tol, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan.

"Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun," katanya.

Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 kilometer. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perseroan mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 kilometer dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Skala pengelolaan tersebut mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat customer experience melalui pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, serta penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time. Kehadiran JMTC memungkinkan pengguna jalan memperoleh perjalanan yang lebih aman dan nyaman karena seluruh kondisi lalu lintas terintegrasi sehingga mempercepat respons terhadap berbagai kendala di lapangan.

Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses melalui aplikasi Travoy dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta. Sementara itu, monthly active user pada Juli 2026 tercatat lebih dari 130 ribu pengguna.

Dalam Expert Sharing Session bertema Upscaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems yang digelar di JMTC pada 1 Juli 2026, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi menilai langkah digitalisasi Jasa Marga sudah berada di jalur yang tepat.

"Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali mengatakan, perkembangan era digital telah mengubah cara masyarakat mengambil keputusan sekaligus meningkatkan ekspektasi terhadap kualitas pelayanan.

"Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy," kata Rhenald.

Selain memperkuat layanan digital, Jasa Marga juga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133. Layanan tersebut berhasil meraih predikat Exceptional dan peringkat pertama pada ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.

Perseroan juga melakukan rejuvenasi rest area agar tidak hanya menjadi tempat singgah (transit area), tetapi berkembang menjadi destinasi (destination area) yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.

"Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol," ujar Rivan.

Pada kuartal I 2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 5,1 triliun atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tol mencapai Rp 4,7 triliun, sedangkan pendapatan usaha lain sebesar Rp 397,6 miliar, masing-masing meningkat 9,4% dan 24,4 persen secara tahunan. EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau naik 10,7 persen dengan margin EBITDA sebesar 66,1 persen.

Di sisi lain, Jasa Marga terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis, yakni Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Akses Patimban. Empat ruas di antaranya telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif selama periode Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags