Vinicius Junior menjadi bintang kemenangan Brasil atas Skotlandia di laga penentu Grup C Piala Dunia 2026. Pemain sayap Real Madrid itu mencetak dua gol yang membawa Selecao menang telak 3-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Rabu (24/6) waktu setempat. Hasil ini memastikan Brasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup dengan koleksi tujuh poin.
Dua Gol Vinicius Junior Hancurkan Pertahanan Skotlandia
Vinicius Junior membuka keunggulan Brasil pada menit ke-23 melalui serangan balik cepat. Memanfaatkan umpan terobosan dari Neymar, Vinicius melewati bek Skotlandia dengan kecepatan dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang. Gol kedua lahir di babak kedua saat Skotlandia mencoba bangkit.
Pada menit ke-67, Vinicius kembali menunjukkan ketajamannya setelah menerima bola dari Raphinha di sisi kiri kotak penalti. Ia memotong ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Skotlandia. Dua gol ini membuat koleksi Vinicius di Piala Dunia 2026 menjadi tiga gol dalam tiga pertandingan.
Penampilan impresif Vinicius mendapat pujian dari pelatih Brasil Carlo Ancelotti. "Dia pemain yang terus berkembang. Malam ini ia menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar," kata Ancelotti dikutip dari situs resmi FIFA. Ancelotti juga menyebut duet Vinicius dengan Neymar di lini depan semakin matang dari pertandingan ke pertandingan. Statistik menunjukkan Vinicius mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dari enam percobaan selama laga.
Neymar Kembali ke Lapangan usai Cedera
Kabar baik lain bagi Brasil adalah kembalinya Neymar yang sempat diragukan tampil akibat cedera. Pemain bintang itu bermain selama 70 menit dan memberikan assist untuk gol pertama Vinicius. Meski belum mencapai performa terbaiknya, kehadiran Neymar memberi dimensi tambahan pada serangan Brasil.
Neymar menyatakan rasa syukurnya bisa kembali bermain di momen krusial ini. "Saya bekerja keras untuk pulih tepat waktu. Tim membutuhkan saya dan saya senang bisa membantu," kata Neymar dikutip dari situs resmi FIFA. Ia juga mengapresiasi performa Vinicius yang tampil luar biasa sepanjang turnamen. Keduanya terlihat sering berkomunikasi di lapangan, menandakan chemistry yang terus terbangun.
Kembalinya Neymar memberi Ancelotti opsi lebih di lini depan menjelang babak 32 besar. Dengan tiga kompetisi berbeda yang dihadapi Brasil, Spanyol, Portugal, dan Argentina semuanya sudah lolos kedalaman skuad menjadi faktor kunci. Brasil kini memiliki keseimbangan antara pemain muda seperti Vinicius dan pemain senior seperti Neymar.
Klasemen Akhir Grup C dan Jadwal Babak 32 Besar
Kemenangan ini memastikan Brasil finis di puncak klasemen Grup C dengan tujuh poin, unggul selisih gol dari Maroko yang juga mengoleksi tujuh poin. Maroko lolos sebagai runner-up grup setelah mengalahkan Haiti 4-2 di pertandingan lainnya. Skotlandia harus puas di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Haiti pulang tanpa poin.
Brasil akan menunggu hasil undian babak 32 besar untuk mengetahui lawan mereka. Sebagai juara grup, Brasil akan menghindari tim-tim kuat seperti Argentina, Prancis, dan Jerman di babak pertama fase gugur. Namun Ancelotti mengingatkan timnya untuk tetap fokus karena tidak ada lawan yang mudah di Piala Dunia.
Skotlandia masih memiliki peluang tipis untuk lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Namun hasil ini membuat posisi mereka sangat bergantung pada hasil pertandingan grup lain. Pelatih Skotlandia Steve Clarke mengakui timnya harus mengevaluasi performa setelah kebobolan tiga gol tanpa balasan. "Kami kecewa dengan hasil ini. Brasil bermain sangat baik dan kami harus mengakui keunggulan mereka," kata Clarke dikutip dari BBC Sport. Ia menambahkan bahwa timnya akan terus berjuang hingga peluang matematis masih ada.
Dengan kemenangan ini, Brasil memperpanjang rekor tak terkalahkan di babak grup Piala Dunia sejak 1998. Catatan ini menunjukkan dominasi Selecao di turnamen antarnegara terbesar di dunia. Para pendukung Brasil yang memadati Hard Rock Stadium merayakan lolosnya tim kesayangan mereka ke fase gugur dengan penuh euforia.
Sementara itu, Maroko memastikan diri sebagai runner-up Grup C setelah mengalahkan Haiti dengan skor meyakinkan 4-2. Tim asuhan Walid Regragui menunjukkan peningkatan performa signifikan sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Maroko kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di babak 32 besar, dengan permainan kolektif yang solid dan pertahanan yang terorganisir.
Artikel Terkait
Pre-order GTA VI Resmi Dibuka, Harga di Indonesia Lebih Murah dari Harga Global
Pemerintah Buka Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 Juli 2026, Targetkan 150.000 Peserta
Pemerintah Buka Program Magang Nasional Batch 4, Targetkan 150.000 Peserta Mulai Juli 2026
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95, Kini Rp16.250 dan Rp17.000 per Liter