Pertandingan belum usai, tapi napas Belgi a sudah mulai tersengal-sengal di Piala Dunia 2026. Dua hasil imbang di Grup G membuat tim berperingkat kedua dunia itu terancam gagal melangkah ke babak 32 besar sebuah skenario yang nyaris mustahil dibayangkan sebelum turnamen bergulir.
Situasi Kritis di Grup G
Mesir memuncaki klasemen Grup G dengan perfoma sempurna: dua kemenangan dari dua laga. Iran menyusul di posisi kedua dengan tiga poin. Belgia terpuruk di peringkat ketiga dengan koleksi dua poin, hanya unggul satu angka dari DR Congo di dasar klasemen.
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mesir | 2 | 2 | 0 | 0 | 6 | 1 | 6 |
| Iran | 2 | 1 | 0 | 1 | 2 | 2 | 3 |
| Belgia | 2 | 0 | 2 | 0 | 1 | 1 | 2 |
| DR Congo | 2 | 0 | 1 | 1 | 3 | 5 | 1 |
Ketatnya persaingan membuat laga pamungkas nanti menjadi penentu. Belgia hanya mengoleksi satu gol dalam dua pertandingan catatan yang memprihatinkan bagi tim sekaliber mereka.
Mandul di Lini Serang
Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku dua nama yang seharusnya menjadi momok bagi pertahanan lawan belum mampu menunjukkan taji mereka. Belgia baru mencetak satu gol dari dua laga, sebuah angka yang sangat kontras dengan status mereka sebagai salah satu tim dengan lini serang paling ditakuti di Eropa.
Padahal, akuisisi Youri Tielemans dan Jeremy Doku di sektor tengah dan sayap seharusnya memberi variasi serangan. Faktanya, Belgia hanya melepaskan rata-rata empat tembakan tepat sasaran per pertandingan di bawah standar tim yang mengincar gelar juara.
"Kami tidak bisa terus mengandalkan nama besar di atas kertas. Realitas di lapangan bicara lain," demikian analisis sejumlah pengamat sepak bola Eropa menanggapi performa Belgia di Grup G.
Laga Penentuan Kontra Iran
Belgia akan menghadapi Iran di laga terakhir Grup G sebuah pertandingan yang wajib dimenangkan jika mereka ingin menjaga asa tetap hidup. Kemenangan akan membawa Belgia ke posisi kedua dengan lima poin, cukup untuk lolos otomatis ke babak 32 besar.
Namun, skenario lain bisa terjadi. Jika Belgia hanya bermain imbang, mereka harus bergantung pada hasil pertandingan lain dan bersaing sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik. Dengan selisih gol nol dan produktivitas minim, posisi itu sangat riskan.
Iran sendiri bukan lawan yang mudah. Tim asuhan Amir Ghalenoei telah menunjukkan organisasi pertahanan yang solid. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam dua laga termasuk saat menghadapi Mesir yang produktif.
Ujung Perjalanan Golden Generation?
Ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir bagi beberapa pilar Belgia. Kevin De Bruyne kini berusia 35 tahun. Romelu Lukaku juga telah melewati usia 33 tahun. Sementara Thibaut Courtois, kiper utama yang masih menjadi andalan, akan berusia 34 tahun saat Piala Dunia 2030 tiba.
Kegagalan lolos dari Grup G akan menjadi tamparan keras bagi proyek jangka panjang Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Selama satu dekade terakhir, Belgia konsisten menjadi peringkat teratas ranking FIFA. Namun, tanpa trofi dan kini bahkan terancam gagal di fase grup capaian itu terasa hampa.
"Satu generasi emas tanpa emas," tulis salah satu media olahraga Eropa menyindir nasib Belgia di panggung terbesar sepak bola dunia.
Artikel Terkait
Pre-order GTA VI Resmi Dibuka, Harga di Indonesia Lebih Murah dari Harga Global
Pemerintah Buka Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 Juli 2026, Targetkan 150.000 Peserta
Pemerintah Buka Program Magang Nasional Batch 4, Targetkan 150.000 Peserta Mulai Juli 2026
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95, Kini Rp16.250 dan Rp17.000 per Liter