Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur di Tengah Tekanan Politik

- Senin, 22 Juni 2026 | 16:15 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur di Tengah Tekanan Politik

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Buruh pada Senin, 22 Juni 2026, sebuah keputusan yang secara otomatis mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala pemerintahan. Langkah ini diambil setelah tekanan politik yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk munculnya tantangan terbuka dari tokoh senior partai sekaligus mantan Wali Kota Manchester, Andy Burnham.

Sebelumnya, Starmer berulang kali menegaskan bahwa dirinya akan tetap memimpin partai dan mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri. Namun, dukungan internal terhadap kepemimpinannya perlahan melemah. Situasi semakin rumit setelah Burnham meninggalkan jabatan wali kota dan berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan sela pekan lalu, sebuah langkah yang membuka jalan baginya untuk menantang kepemimpinan partai.

Pengunduran diri ini menandai berakhirnya masa pemerintahan yang relatif singkat, kurang dari dua tahun setelah Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum nasional dan kembali berkuasa. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahannya menghadapi kritik tajam terkait penanganan berbagai isu domestik. Ketidakpuasan publik juga tercermin dalam hasil pemilihan lokal yang digelar beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan yang disampaikan di depan kantor sekaligus kediaman resmi perdana menteri di 10 Downing Street, London, Starmer mengatakan dirinya menerima keputusan partai dengan lapang dada.

“Pertanyaan yang diajukan partai saya saat ini adalah apakah saya masih menjadi orang yang tepat untuk memimpin menuju pemilu berikutnya. Saya telah mendengar jawabannya, dan saya menerimanya dengan ikhlas,” ujar Starmer.

“Setiap keputusan yang saya buat selalu didasarkan pada kepentingan negara. Untuk itu, saya mengundurkan diri sebagai kepala Partai Buruh,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Starmer juga mengenang masa jabatannya dan menyinggung keluarganya. Ia tampak emosional ketika berbicara mengenai anak-anaknya yang disebut sebagai “kebanggaan dan kebahagiaan” dalam hidupnya.

Pengunduran diri tersebut membuka babak baru dalam politik Inggris. Partai Buruh kini harus menentukan pemimpin baru yang akan menggantikan Starmer sekaligus memimpin pemerintahan. Sejumlah pengamat menilai Andy Burnham menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengambil alih kepemimpinan partai, meski hingga kini proses pemilihan pengganti belum diumumkan secara resmi. Pergantian kepemimpinan ini diperkirakan akan menjadi salah satu perkembangan politik paling signifikan di Inggris menjelang pemilihan umum berikutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags